Showing posts with label Makhluk Hidup. Show all posts
Showing posts with label Makhluk Hidup. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan

Fotosintesis adalah mengolah bahan sederhana menjadi bahan yang lebih kompleks dengan bantuan sinar matahari. Bahan sederhana tersebut adalah air dan gas karbon dioksida.

Fotosintesis terjadi dalam dua rangkaian reaksi kimia yang berurutan. Pada rangkaian
reaksi pertama, dikenal sebagai reaksi terang. Reaksi ini membutuhkan cahaya matahari.
Pada reaksi terang, klorofil menangkap dan menyerap cahaya matahari dan menyimpan
energi matahari. Di sini terjadi pemecahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen.

Sedang pada reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya matahari. Pada reaksi gelap terjadi
penggabungan antara gas karbondioksida (CO2) yang diambil dari udara dengan hidrogen hasil pemecahan molekul air dengan bantuan energi yang telah disimpan dari hasil reaksi terang, untuk dijadikan glukosa dan menghasilkan oksigen (O2) yang nanti dilepas di udara. Jadi hasil reaksi terang adalah oksigen dan hidrogen, sedang pada reaksi gelap dihasilkan gula (C6HnO6) dan oksigen.

Daun yang mengandung kloroplas berperan untuk proses fotosintesis. Jaringan-jaringan pada daun yang banyak mengandung klorofil, yaitu palisade parenkim (jaringan pagar).
Oleh karena itu, bagian palisade parenkim berperan penting di dalam fotosintesis, karena memiliki jumlah klorofil paling banyak. Jaringan spons juga memiliki klorofil tetapi tidak
sebanyak pada palisade parenkim.

Jaringan spons parenkim dan palisade parenkim merupakan daerah mesofil. Jadi, daerah mesofil berperan penting dalam fotosintesis.

Tumbuhan dalam melaksanakan fotosintesis sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

1. Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi yang paling besar dan tidak akan habis.
Semua makhluk hidup sangat tergantung dari sumber energi tersebut. Proses fotosintesis tidak akan berjalan tanpa sinar matahari karena klorofil tidak mampu mereaksikan air dan karbon dioksida. Cahaya akan diserap pada bagian mesofil daun yang banyak mengandung klorofil.

2. Klorofil
Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. Klorofil merupakan bagian yang sangat penting, karena klorofil mampu mengubah energi matahari menjadi energi kimia sehingga proses fotosintesis dapat berjalan.

Untuk membentuk klorofil dibutuhkan garam mineral seperti Mg, N, dan Fe yang diambil dari dalam tanah oleh akar. Agar tumbuh-tumbuhan subur dan daunnya kelihatan hijau diperlukan pupuk yang mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan tersebut.

3. Air (H2O)
Air yang cukup sangat dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Jika kekurangan air daun-daun akan layu, sel-sel tumbuhan akan kekurangan air sehingga protoplasma dalam sel kering, terutama pada daun.

Hal ini mengakibatkan mulut daun (stomata) menutup, akibatnya bahan pokok yang lain
yaitu karbon dioksida (CO2) tidak dapat berdifusi masuk ke dalam daun, sehingga proses fotosintesis tidak berjalan.

4. Karbon dioksida (CO2)
Karbon dioksida (CO2) yang ada di udara merupakan komponen yang penting selain air
untuk proses fotosintesis. Karbon dioksida masuk ke daun melewati stomata.

5. Oksigen (O2)
Kadar oksigen di udara lebih banyak dibanding dengan kadar karbon dioksida (CO2).
Tumbuhan memang bernapas membutuhkan oksigen tetapi kebutuhan karbon dioksida harus tercukupi. Jika kadar O2 meningkat di udara, hal tersebut dapat menghambat proses fotosintesis, karena adanya persaingan antara oksigen dan karbon dioksida dalam mendapat hidrogen.

6. Suhu
Setiap makhluk hidup membutuhkan suhu optimal agar dapat hidup dengan baik. Jika
suhu terlalu panas maka enzim-enzim yang ada akan rusak tetapi jika suhu terlalu dingin pun enzim-enzim tidak berfungsi. Agar dapat bekerja dengan baik dibutuhkan suhu sekitar 10 - 35oC.

Coba perhatikan udara yang ada di daerah pegunungan. Di samping udaranya lembap,
suhunya juga sesuai, maka proses fotosintesis akan berjalan baik. Oleh karena itu, di
pegunungan terasa sejuk dan segar.

Friday, February 15, 2013

Menstruasi Pada Wanita

Wanita secara seksual mampu menghasilkan sel telur. Sel telur dibuat di dalam indung telur yang terletak di ujung tabung fallopi (saluran telur), suatu saluran yang menuju rahim.

Pada wanita yang telah matang secara seksual, rata-rata lebih kurang setiap 28 hari salah satu indung telur melepaskan sebutir telur matang ke dalam saluran telur, di sini sel telur siap dibuahi oleh sperma. Saat seperti ini disebut masa subur.

Apabila terjadi pembuahan, maka seorang wanita akan mengalami masa hamil. Untuk bisa hamil, sebuah sel telur hanya membutuhkan sebuah sel sperma saja. Apabila sel telur tidak dibuahi sperma, maka akan dikeluarkan bersama-sama meluruhnya dinding rahim yang telah mengalami penebalan. Ketika dinding rahim meluruh, maka terjadi sedikit perdarahan.

Lepasnya sel telur dan peluruhan dinding rahim bersama darah akan dikeluarkan dalam bentuk darah haid atau menstruasi melalui lubang kemaluan (vagina). Lama waktu pengeluaran darah menstruasi sekitar 5 hari, dengan volume darah yang dikeluarkan rata-rata 50

Menstruasi, atau haid pertama terjadi pada saat wanita memasuki masa remaja puber, yaitu sejak usia 11-14 tahun. Haid ini kemudian akan terjadi setiap bulan selama waktu tertentu. Rentang waktu di mana wanita masih mengalami haid disebut usia subur.

Keadaan di mana wanita tidak mengalami haid disebut masa monopause (berhenti haid) biasanya terjadi ketika telah mencapai usia 50 tahun.

Datangnya haid akan membentuk suatu siklus (perputaran waktu) dengan tenggang waktu sekitar 21-35 hari sekali atau rata-rata 28 hari. Wanita dalam usia subur akan mengalami berhenti haid sementara apabila ia mengalami kehamilan, yaitu setelah sel telur dibuahi oleh sel sperma (sel kelamin laki-laki).

Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari tempat pembuatannya (ovarium) disebut ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, yaitu 14 hari sejak hari pertama menstruasi bulan itu. Siklus pelepasan telur dikendalikan oleh sistem hormon yang dihasilkan oleh ovarium

Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesterogen. Estrogen berperan untuk menyiapkan dinding rahim (endometrium) untuk menyambut ovum yang telah dibuahi. Progesteron berperan untuk menghentikan siklus menstruasi pada saat kehamilan. Bila tidak terjadi pembuahan, sekresi progesteron terhenti.

Pusat pengatur siklus haid terletak di dalam otak, yaitu hipothalamus. Hipothalamus peka sekali terhadap stres emosi, oleh karena itu jika seseorang wanita sering stres atau depresi, akan berpengaruh pada siklus haid.

Pada saat datang bulan, sebagian wanita kadang mengalami gangguan fisik maupun psikologis yang disebut ketegangan premensfrual (KPM). Gejala fisik umum yang muncul pada KPM dapat berupa :

a) Rasa sakit kepala, sakit pinggang, sakit di seluruh tubuh.
b) Pegal linu terutama di perut bagian bawah dan sendi-sendi.
c) Rasa tidak enak di payudara (bengkak dan nyeri).
d) Perasaan seperti kembung/mulas, timbul jerawat.
e) Berat badan bertambah.

Ciri Ciri Manusia Remaja

Ciri-ciri remaja, apa saja?
a) Pertumbuhan fisik lebih cepat daripada masa anak-anak dan dewasa. Oleh karena itu pada masa ini remaja memerlukan banyak makan dan tidur.

b) Perkembangan seksual. Pada remaja laki-laki, alat reproduksinya mulai berfungsi, mengalami mimpi basah, buah jakun di leher menonjol, suaranya membesar, tumbuh kumis. Menginjak masa pubertas, anak lakilaki menjalani sirkumsisi atau sunat. Pada remaja perempuan, alat reproduksinya mulai berfungsi dengan ditandai datang bulan
(menstruasi), tumbuh jerawat di wajah, buah dada mulai tumbuh, pinggul melebar dan paha membesar.

c) Emosi meluap-luap. Pada saat sedih, akan mudah marah yang sangat hebat. Pada saat bergembira akan lupa diri, bahkan berani melanggar aturan moral atau agama.

d) Mulai tertarik lawan jenis, ditandai dengan perilaku pacaran. Remaja putri tidak puas mendapat perhatian remaja putra seusia, tetapi lebih menyukai laki-laki yang berusia di atasnya.

e) Senang menarik atau mencari perhatian dari lingkungan. Tertarik dengan kelompok. Pengaruh dari anggota kelompok kadang lebih kuat daripada pengaruh saudara atau orang tua.

Masa remaja disebut juga masa puber atau akil balig. Masa puber merupakan masa bangkitnya kepribadian, yaitu segala minatnya ditujukan pada perkembangan pribadi sendiri (Egosentris). Pubertas anak laki-laki terjadi sejak usia 12-18 tahun sedangkan anak perempuan pada usia 11-17 tahun. Anak laki-laki yang telah puber disebut seorang pria sedangkan seorang anak perempuan yang telah puber disebut seorang wanita.

Struktur dan fungsi alat reproduksi pada laki-laki yaitu: sperma dihasilkan oleh penis, kelenjar endokrin yang tergantung dalam suatu kantung (skrotum). Sel-sel sperma berkembang dalam epididimis, kemudian berjalan melewati dua tabung vas de ferens menuju kelenjar prostat, kemudian sperma memasuki uretra dan keluar lewat penis.

Struktur utama alat reproduksi wanita berupa vagina yang merupakan suatu mulut saluran otot yang terletak antara rektum dan uretra. Saluran leher yang sempit/serviks atau mulut rahim menuju rahim/uterus yaitu suatu organ otot yang berongga sebesar buah pir.

Saluran fallopi menghubungkan uterus dengan ovarium tempat telur dihasilkan. Payudara merupakan kelenjar penghasil air susu.

Bagaimanakah Ciri Ciri Manusia Berdasarkan Usia

Berapa umur kalian masing-masing? Coba putar ingatanmu untuk mengingat apa saja kebiasaan, sifat, hobi, kegiatan, tinggi badan, berat badan, teman dekat dan lain-lain ketika kamu mulai umur 3 tahun sampai sekarang! Carilah perubahan apa saja yang kalian rasakan pada tubuh kamu, kepribadianmu, dan kemampuan apa saja yang kamu miliki? Ceritakan berdasar semua yang kalian alami tadi di depan kelas!

Bagaimanakah urutan tahap-tahap perkembangan pada manusia?
Manusia termasuk makhluk hidup segolongan dengan hewan, sehingga ciriciri kehidupan manusia hampir sama dengan ciri-ciri kehidupan hewan. Salah satu ciri kehidupan adalah pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri makhluk hidup yang terjadi secara bersama-sama. Pertumbuhan merupakan proses tumbuh, yaitu hidup bertambah besar secara jasmani (fisik). Perkembangan merupakan proses berkembang, yaitu bertambah sempurna secara rohani (psikis/mental). Pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah dimulai sejak ada di dalam kandungan, yaitu selama 9 bulan 10 hari.

Perkembangan manusia menurut para pakar
a. Menurut Aristoteles (834 - 322 SM) :
1. Periode anak kecil, yaitu usia sampai 7 tahun.
2. Periode anak sekolah, yaitu usia 7 - 14 tahun.
3. Periode pubertas (remaja), yaitu usia 14 - 21 tahun.

b. Menurut Comenius(1592 - 1671) :
1. Masa sekolah ibu, yaitu usia sampai 6 tahun.
2 .Masa sekolah bahasa ibu, yaitu usia 6 - 12 tahun.
3. Masa sekolah bahasa Latin, yaitu usia 12 - 18 tahun.
4. Masa sekolah tingi, yaitu usia 18 - 24 tahun.

c. Menurut Ch. Buhler :
1. Masa pertama, yaitu usia sampai 1 tahun.
2. Masa kedua, yaitu usia 2 - 4 tahun.
3. Masa ketiga, yaitu usia 5 - 8 tahun.
4. Masa keempat, yaitu usia 9 - 13 tahun.
5. Masa kelima, yaitu usia 14 - 19 tahun.

d. Menurut Kohnscamm:
1. Masa vital (masa menyusu), yaitu usia sampai 1,5 tahun.
2. Masa anak kecil (estetis), yaitu usia 1, 5 - 7 tahun.
3. Masa anak sekolah, yaitu usia 7 - 14 tahun.
4. Masa remaja, yaitu usia 14 - 21 tahun.
5. Masa dewasa, yaitu usia 21 tahun ke atas.

Ciri Ciri Makhluk Hidup

Di alam semesta ini terdapat dua macam ciptaan Tuhan, yaitu benda-benda tidak hidup dan benda-benda hidup. Benda tidak hidup biasa kita sebut dengan benda saja, sedangkan benda hidup kita sebut dengan makhluk hidup. Kalian dapat mencari contoh dari masing-masing kelompok benda tersebut meskipun belum mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, karena antara keduanya memiliki perbedaan tertentu.

Ketika kalian di sekolah dasar, tentu telah diperkenalkan tentang ciri,ciri makhluk hidup bukan? Coba kalian ingat lagi, dan sebutkan apa saja ciri-ciri makhluk hidup itu!
Istilah ciri-ciri makhluk hidup memiliki pengertian yang sama dengan istilah ciri-ciri
kehidupan.

Ada beberapa ciri kehidupan yang sulit kita amati secara langsung, misalnya bagaimana cara mengetahui bahwa tumbuhan juga bernapas, bagaimana tumbuhan makan, cara tumbuhan melakukan ekskreasi, dan lain-lain. Untuk mengetahui hal itu harus melalui cara tertentu yang disebut percobaan atau eksperimen. Pengamatan ciri-ciri kehidupan pada benda-benda yang berukuran kecil lebih sulit daripada benda yang berukuran besar.

Ada beberapa patokan di dalam menentukan kelompok suatu benda, apakah termasuk kelompok benda mati atau benda hidup. Patokan itu disebut dengan ciri-ciri makhluk hidup atau ciri-ciri kehidupan. Ada beberapa ciri yang harus dipenuhi oleh suatu benda yang termasuk kelompok makhluk hidup.

Ciri-ciri makhluk hidup meliputi :
1. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Tetapi tidak semua benda yang bergerak pasti makhluk hidup. Hewan bergerak secara aktif karena dapat berpindah tempat. Gerakan hewan sangat mudah diketahui, terutama hewan yang berukuran besar.

Tumbuhan bergerak secara lambat dan pasif karena tidak berpindah tempat. Ada beberapa cara untuk mengetahui bentuk gerakan dari tumbuhan. Misalnya dengan membuat kecambah kacang hijau di dalam media pasir yang ditempatkan pada wadah kaca. Dengan percobaan ini kita akan tahu bagaimana dan ke arah mana akar bergerak untuk mencari makan. Atau mengamati perubahan posisi daun lamtoro, daun petai, atau daun bunga mekar sore pada saat siang dan sore hari.

2. Makan
Makanan berfungsi untuk sumber energi kegiatan hidup dan pertumbuhan. Tumbuhan hijau daun mampu membuat makanan sendiri dengan merubah zat-zat tertentu yang berada di dalam tanah (media tumbuh) dibantu sinar matahari.

Prosesnya disebut fotosintesis atau asimilasi. Zat-zat tadi dicari dan dimasukkan
melalui akar dan melalui saluran tertentu dibawa ke daun untuk diproses menjadi
bahan makanan.

Tanaman jagung mengambil air dan berbagai unsur hara (bahan makanan) melalui akarnya. Karbondioksida diambil melalui mulut daun (stomata). Di dalam daun, unsur hara dan air tanah, serta karbondioksida dengan dibantu energi dari sinar matahari, bereaksi membentuk gula sederhana. Sebagian hasil reaksi ini digunakan sebagai sumber energi kimia tanaman dan sebagian disimpan.

Hewan memperoleh makanan berasal dari tumbuhan, baik secara langsung atau tidak. Bahan makanan kemudian diproses melalui alat makan yang disebut alat pencernaan.

3. Bernapas
Pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dari lingkungan dan pengeluaran karbondioksida serta uap air kembali ke lingkungan. Oksigen pernapasan diperlukan untuk pembakaran atau oksidasi zat-zat makanan agar diperoleh energi. Hewan bernapas melalui alat pernapasan yang berbeda-beda, tergantung jenis dan habitatnya. Alat pernapasan hewan pada umumnya berupa paru paru, insang, trakea, atau permukaan kulit.

Alat pernapasan tumbuhan berbeda dengan alat pernapasan hewan. Pada semua jenis tumbuhan tingkat tinggi, udara diambil dan dikeluarkan secara difusi melalui stomata, lentisel atau akar napas.

4. Iritabilitas (kepekaan terhadap rangsangan)
Hewan lebih peka terhadap rangsangan daripada tumbuhan. Rangsangan ada dua jenis yaitu rangsangan yang bersifat fisik dan kimiawi. Rangsangan fisik misalnya berupa
sentuhan, perubahan suhu, perubahan intensitas cahaya (gelap-terang), sedangkan rangsangan kimiawi berupa pemberian aroma/bau zat kimia tertentu.

Hewan lebih cepat merespon rangsangan daripada tumbuhan. Perbedaan ini timbul karena hewan memiliki indera (panca indera) dan sedangkan tumbuhan tidak
memiliki.

Rangsangan yang sama akan ditanggapi secara berbeda oleh dua jenis hewan di atas. Kalajengking akan menaikkan penyengatnya ketika mendapat sentuhan, tetapi siput/bekicot justru menyembunyikan sungut atau tubuhnya ketika mendapat sentuhan.

5. Tumbuh dan berkembang
Pertumbuhan makhluk hidup mencakup dua hal. Pertama, ukuran selnya bertambah
besar. Kedua, jumlah selnya bertambah banyak. Pertumbuhan adalah proses pertambahan
jumlah dan ukuran yang ebrsifat irreversible atau tidak dapat kembali ke keadaan
semula. Pertumbuhan pada makhluk hidup tidak berlangsung terus menrus, tetapi akan
berhenti pada tahap tertentu.

Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan. Contoh pertumbuhan dan
perkembangan ini dapat dilihat pada tumbuhan yaitu mulai dari biji, biji tumbuh, kemudian berkembang menjadi tanaman kecil, tanaman kecil menjadi tanaman yang menghasilkan cabang dan ranting dan saatnya akan berbunga dan menghasilkan biji. Pertumbuhan pada hewan dapat dilihat pada katak yaitu dari telur menjadi kecebong, menjadi katak berekor, menjadi katak muda dan akhirnya akan menjadi katak dewasa
yang akan menghasilkan telur dan sperma.

6. Berkembang biak
Perkembangbiakan merupakan mekanisme untuk melestarikan jenis (regenerasi) agar tidak punah.

Perkembangbiakan hewan dan tumbuhan dapat terjadi secara seksual (generatif) meskipun ada beberapa jenis hewan maupun tumbuhan yang mampu berkembangbiak secara aseksual (vegetatif).

Perkembangbiakan seksual membutuhkan alat khusus yang disebut alat kelamin, yaitu
alat kelamin jantan atau alat kelamin betina. Pada hewan, alat perkembangbiakan
membentuk suatu sistem yang disebut sistem reproduksi.

7. Ekskresi (mengeluarkan bahan sisa)
Tidak semua perombakan bahan makanan maupun pernapasan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Bahan yang tidak dimanfaatkan menjadi bahan sisa atau yang jumlahnya berlebihan harus dikeluarkan dari dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan. Hewan menghasilkan bahan sisa berupa urine, uap air, dan karbondioksida sedangkan tumbuhan mengeluarkan uap air, karbondioksida, dan oksigen.

Hewan memiliki alat ekskresi khusus dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem ekskresi. Tumbuhan tidak memiliki saluran pembuangan khusus seperti hewan. Bahan sisa misalnya uap air di siang hari dikeluarkan melalui lentisel atau mulut daun (stomata).
Tetapi ketika malam hari melalui jalan  yang sama, dikeluarkan karbondioksida.