Showing posts with label Otot. Show all posts
Showing posts with label Otot. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Cara Kerja Otot Manusia

Otot-otot kita mampu bekerja karena adanya tenaga. Tenaga siap pakai adalah tenaga
yang tersimpan dalam sel-sel otot atau biasa disebut ATP (Adenosin Tri Phosphat).

Sementara itu, tenaga yang tersimpan dan pemakaiannya tidak langsung atau harus diubah menjadi tenaga disebut glikogen.

a. Kerja otot polos
Cara kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Otot ini bekerja tanpa kita
sadari, misalnya otot-otot pada saluran pencernaan. Makanan yang kita telan dapat berjalan masuk ke lambung karena adanya gerak otot-otot pada kerongkongan, sehingga makanan seolah-olah diremas-remas menuju ke lambung. Gerakan ini disebut gerak peristaltik. Gerakannya lembut tetapi teratur, sehingga tidak cepat lelah.

b. Kerja otot lurik
Di dalam otot lurik mengandung tenaga, akan tetapi jika tidak mendapatkan rangsangan
dari saraf, otot tersebut tidak dapat bekerja. Faktor-faktor yang memengaruhi kerja otot
adalah adanya rangsangan dari saraf dan adanya tenaga.

Otot lurik akan mengendor (relaksasi) dalam keadaan istirahat, sedangkan dalam keadaan
bekerja (kontraksi) otot tersebut bersifat tegang, pendek, besar, dan keras. Hal ini terlihat
pada bekerjanya otot rangka. Jika kita akan lari, saraf akan bekerja memerintahkan otot
kaki untuk bergerak. Bergeraknya otot-otot kaki menggunakan tenaga siap pakai yang disebut ATP. ATP ini makin lama makin habis. Apabila tenaga habis dan masih dipaksa untuk berlari, dapat mengakibatkan kita kehabisan tenaga atau bahkan dapat jatuh pingsan.

Bila otot lurik bekerja akan menghasilkan zat sisa yang disebut asam susu atau asam
laktat. Asam susu ini bersifat racun. Setelah berolahraga, badan akan terasa capek karena
banyak terdapat timbunan asam susu ini. Asam susu ini secara pelan-pelan dibawa darah
untuk dibuang melalui alat pengeluaran (ginjal). Otot-otot yang sering digerakkan atau dilatih akan mengalami pembesaran (hipertrofi), sebaliknya otot yang tidak sering digerakkan maka makin lama makin kisut (atrofi).

Otot sinergis adalah kerja dua otot yang sama-sama berkontraksi untuk menggerakkan tulang.

Contohnya, otot-otot pronator yang terdapat pada lengan bawah. Kedua otot ini bekerja sama dalam menggerakkan telapak tangan menengadah (supinasi) atau menelungkup (pronasi). Otot yang bekerja sama secara berlawanan disebut antagonis.

Bisep adalah otot yang memiliki dua tendon yang melekat pada tulang, sedangkan trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon yang melekat pada tulang. Jika otot bisep berkontraksi, lengan bawah akan terangkat. Untuk mengembalikan lengan
bawah pada kedudukan semula, otot trisep berkontraksi. Jadi, kerja otot bisep merupakan otot fleksor (otot yang membengkokkan sendi) dan otot trisep merupakan otot ekstensor (otot yang meluruskan sendi) yang saling berlawanan.

c. Kerja otot jantung
Otot jantung kerjanya otonom (bekerja sendiri). Tanpa kita perintah, otot jantung akan
memompa darah sehingga bilik berkontraksi. Pada saat menerima darah, bilik akan mengendor. Kerja otot jantung dipengaruhi oleh saraf yang terdapat pada jantung.

Otot Sebagai Gerak Aktif Pada Manusia

Otot (musculus) disebut juga daging. Otot merupakan alat gerak aktif karena mampu
menggerakkan tulang. Hal ini dikarenakan otot mampu berkontraksi (mengkerut) dan relaksasi (mengendor). Otot yang mampu menggerakkan tulang adalah otot yang melekat pada tulang atau rangka yang disebut otot lurik, sedangkan otot polos dan otot jantung tidak menggerakkan tulang, karena tidak melekat pada tulang atau rangka.

Otot lurik dapat berkontraksi karena mempunyai energi yang tersimpan dalam otot yang
disebut ATP (Adensin Tri Phosphat). ATP tersedia dari hasil pembakaran atau oksidasi
makanan (baik karbohidrat maupun lemak). Jika otot terus-menerus berkontraksi, maka energi akan habis sehingga harus membentuk ATP lagi.

Berdasarkan susunan dan fungsinya, otot dibedakan menjadi:
a. Otot lurik (Serat Lintang)
Otot ini tersusun atas sel-sel yang berbentuk serabut dan di bagian tepi mengandung inti. Jika dilihat di bawah mikroskop akan tampak bagian yang gelap dan terang
seperti lurik. Oleh karena itu, disebut otot lurik atau disebut otot seran lintang karena bagian gelap dan terang arahnya melintang.

Serabut-serabut otot merupakan kumpulan dari selsel otot sehingga membentuk jaringan. Serabut-serabut otot bergabung menjadi satu dan dibungkus dengan selaput fasia propia menjadi berkas otot yang lebih besar.

Berkas-berkas otot bergabung menjadi satu kesatuan lagi dan dilapisi selaput yang disebut fasia superfisialis. Gabungan otot ini akan membentuk daging yang di bagian tengahnya terjadi pembesaran disebut empal, sedangkan di bagian-bagian ujungnya disebut tendon (urat). Ujung tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat pada tulang dan bergerak disebut insersi.

Sifat-sifat otot lurik adalah sistem kerjanya dipengaruhi oleh kehendak kita, cara kerjanya
cepat dan cepat lelah, gerakannya tidak teratur, inti sel lebih dari satu dan letaknya di tepi.

b. Otot jantung
Otot pada jantung tersusun dari sel-sel otot yang bergaris melintang seperti lurik yang terdiri dari serabut-serabut otot membentuk berkas otot, sedangkan intinya
terdapat di tengah dan terletak pada dinding jantung.

Otot jantung memiliki sifat-sifat yang menunjukkan sifat gabungan antara otot lurik dan otot polos. Otot jantung berbentuk serabut memanjang bercabang-cabang seperti
otot lurik, namun cara bekerja otot jantung di luar kesadaran seperti otot polos. Gerakannya teratur dan tidak cepat lelah.

Jika gerakan jantung tidak teratur, jantung akan mudah rusak. Jantung adalah organ
tubuh yang paling vital. Oleh karena itu, harus selalu dijaga kesehatannya. Faktor-faktor
penyebab gerakan jantung tidak normal adalah terkejut, takut, marah, olahraga yang tidak
teratur, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, minum-minuman keras, dan merokok.

c. Otot polos
Otot polos tersusun dari sel-sel otot polos, bentuknya polos, tidak memiliki bagian yang gelap dan bagian yang terang. Sel-sel otot hanya mempunyai satu inti. Otot polos banyak menyusun organ-organ tubuh, misalnya dinding usus, dinding saluran kelenjar, saluran
pernapasan, saluran pencernaan, dinding lambung, saluran ekskresi, dinding pembuluh darah dan getah bening, hati, ginjal, dan limfa.