Showing posts with label Sel Jaringan dan Organ. Show all posts
Showing posts with label Sel Jaringan dan Organ. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

Tentang Buah dan Biji

Pada bunga yang telah mengalami proses penyerbukan (sampainya serbuk sari ke kepala
putik) maka serbuk sari akan terisap dan menuju ke bakal buah sehingga terjadilah proses pembuahan (fertilisasi), yaitu proses meleburnya inti sperma dengan inti sel telur yang menghasilkan zigot.

Pembuahan akan mengakibatkan bakal buah menjadi buah dan bakal biji menjadi biji, kadang-kadang zigot akan berkembang menjadi lembaga dan menjadi tumbuhan baru. Pada saat itu, benang sari, mahkota, dan kelopak mulai gugur.

Bagian buah terdiri dari beberapa lapisan: eksokarpium, yaitu lapisan buah bagian luar, mesokarpium, yaitu lapisan buah bagian tengah; endokarpium, yaitu lapisan buah bagian dalam, karpel yaitu pembungkusan buah.

Berdasarkan asal terbentuknya buah dibedakan menjadi:
1. Buah sejati, yaitu jika buah berasal dari bakal buah. Contoh: buah mangga, pepaya,
rambutan, dan lain-lain.

2. Buah tidak sejati (semu), yaitu buah yang dibentuk dari selain bakal buah, misalnya darikelopak bunga tangkai bunga, atau daun bunga yang berubah menjadi buah.
Contoh:
a) Jambu mete, buah berasal dari tangkai yang dipakai untuk menyimpan makanan.
b) Nangka, buah berasal dari daun bunga yang dipakai untuk menyimpan makanan.
c) Ciplukan, buah berasal dari kelopak yang dipakai untuk menyimpan makanan.
d) Nanas, buah berasal dari daun bunga.
e) Apel, buah berasal dari dasar bunga yang membesar.

Fungsi buah di antaranya adalah melindungi dan membantu dalam proses penyebaran
biji, sehingga tumbuh jauh dari induknya. Contohnya buah beringin mempunyai biji yang
kecil-kecil di dalamnya yang sulit dicerna, kemudian ada burung yang memakan buah
beringin tersebut. Biji tersebut kemudian dibawa terbang jauh dari pohon beringin.

Meskipun telah dicerna di dalam perut burung, biji yang keras itu tidak hancur, sehingga
pada saat dia mengeluarkan kotoran, biji tersebut ikut keluar dan tumbuh di tempat yang
jauh dari induknya.

Biji merupakan alat perkembangbiakan yang khas untuk tumbuh-tumbuhan berbiji. Pada beberapa tumbuhan gymnospermae (pinus dan cemara) bijibijinya dihasilkan pada permukaan sisik. Biji-bijinya berkumpul dalam kelompok-kelompok yang disebut
tunjung.

Pada tumbuhan Angiospermae (tumbuhan berbunga) biji dihasilkan dalam bangun pengurung yang dikenal sebagai buah. Pada saat buah matang, buah pecah atau merekah terbuka, sehingga membebaskan biji-biji yang terkurung tersebut. Setelah salah satu di
antara biji-biji tersebut bersemi, lembaganya tumbuh menjadi sebatang tumbuhan baru.

Biji dapat tumbuh dengan mengambil cadangan makanan yang tersimpan di dalam endosperm atau kotiledon. Biji tersusun atas kulit biji, keping biji, dan embrio.

Struktur dan Fungsi Bunga

Bunga adalah alat untuk berkembang biak dari semua tumbuhan. Bagi kelompok Angiospermae, tumbuhan yang sudah dewasa akan membuatbunga, tetapi ada tumbuhan yang tidak membuat bunga, misalnya kelompok Gymnospermae(tumbuhan paku, dan tumbuhan lumut).

Di dalam bunga terdapat alat-alat reproduksi yaitu benang sari (alat kelamin jantan), dan putik (alat kelamin betina), tetapi ada juga bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina, sedangkan yang hanya memiliki benang sari saja disebut bunga jantan.

Bunga yang memiliki keduanya disebut hermaprodit. Bagian-bagian bunga tersusun dalam cincin pada ujung tangkai bunga. Bagian ini memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran, tetapi semuanya memiliki fungsi yang sama. Bunga sempurna mempunyai empat bagian utama yaitu kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari.

Struktur bunga
a. Kelopak bunga (kalik)
Merupakan bagian bunga yang terletak pada dasar bunga. Kelopak bunga seringkali
berwarna hijau dan tampak seperti daun kecil. Kelopak bunga membungkus dan melindungi bunga pada saat kuncup. Pada saat bunga tersebut mekar kelopak bunga biasanya terletak dekat tangkai bunga.

b. Mahkota bunga (korola)
Sebagian besar bunga memiliki mahkota bunga. Setiap mahkota bunga mempunyai bau
yang khas dan warna-warna yang menarik. Hal tersebut bertujuan untuk menarik serangga agar mengambil madu dan memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain.  Mahkota bunga sering disebut perhiasan bunga.

c. Putik (stilus)
Putik adalah alat kelamin betina dari sebuah bunga. Tiap putik memiliki pangkal yang
menggelembung disebut bakal buah (ovarium), berisi satu atau lebih bakal biji (ovum). Bakal biji ini mengandung sel kelamin betina dari tumbuhan tersebut. Pada ujung bagian yang menggelembung terdapat kepala putik (stigma) yang mempunyai tempat penempelan serbuk sari.

d. Benang sari (stamen)
Benang sari adalah alat kelamin jantan dari sebuah bunga. Tiap benang sari terdiri atas sebuah tangkai sari (filamentum) dan sepasang kepala sari sebagai tempat sepasang kantong sari.

Kantong sari adalah kantong berbentuk seperti sosis yang berisi serbuk sari. Serbuk sari
mengandung sel kelamin jantan dari tumbuhan tersebut.

Fungsi bunga
Bunga bukan hanya indah dipandang, melainkan juga mempunyai tugas yang penting
bagi tumbuhan itu sendiri. Fungsi bunga antara lain sebagai alat berkembang biak, untuk
perhiasan, dan untuk menarik serangga agar membantu proses penyerbukan.

Monday, February 18, 2013

Struktur dan Fungsi Daun

Setiap pohon dapat tetap hidup karena daunnya. Meskipun daun mempunyai bentuk
dan ukuran yang berbeda-beda, semua daun berfungsi sama. Peranan umumnya adalah
memproduksi makanan melalui proses fotosintesis.

Daun juga mempunyai struktur dalam yang hampir sama, yaitu mempunyai banyak klorofil yang berfungsi dalam fotosintesis dan stomata yang berfungsi sebagai lubang udara serta mengatur jumlah air yang mengalir melalui seluruh tumbuhan.

Daun yang lengkap adalah daun yang terdiri dari pelepah daun, tangkai daun, dan helaian
daun. Contoh daun pisang, pohon pinang, dan daun bambu. Daun yang tidak lengkap adalah daun yang terdiri dari tangkai daun dan helaian daun atau pelepah daun dan helaian daun. Pada umumnya tumbuhan mempunyai daun yang tidak lengkap.

Bentuk morfologi daun (bentuk helaian daun)
a. Bentuk daun lebar di atas tengah daun
Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1) Bentuk segitiga terbalik, contoh: daun semanggi.
2) Bentuk bulat telur sungsang, contoh: daun sawo kecik.

b. Bentuk ujung daun
Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1) Runcing, contoh: daun oleander.
2) Meruncing, contoh: daun sirsak
3) Membulat, contoh: daun teratai
4) Rompang/rata, contoh: daun semanggi
5) Terbelah, contoh: daun bayam
6) Berduri, contoh: daun nenas

c. Bentuk daun lebar di tengah
Bentuk daun lebar di tengah terdapat pada:
1) Bentuk bundar, contoh: daun teratai.
2) Bentuk memanjang, contoh: daun srikaya
3) Bentuk lanset, contoh: daun kamboja
d. Bentuk daun yang melebar di pangkal daun

Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1) Bentuk bulat telur, contoh: daun kembang sepatu.
2) Bentuk jantung, contoh: daun waru.
3) Bentuk segitiga, contoh: daun bunga pukul empat.

e. Bentuk tepi daun
Contoh bentuk daun seperti ini adalah:
1) Berombak, contoh: daun air mata pengantin.
2) Bergerigi, contoh: daun lantana.
3) Beringgik, contoh: daun cocor bebek.
4) Bergigi, contoh: daun beluntas.

f. Susunan tulang daun
Contoh bentuk morfologi daun seperti ini adalah:
1) Sejajar, contoh: daun teki.
2) Menjari, contoh: daun ketela pohon.
3) Melengkung, contoh: daun gadung.
4) Menyirip, contoh: daun mangga.

Struktur daun
Daun juga mempunyai struktur seperti batang yaitu mempunyai epidermis, jaringan
parenkim, dan jaringan pengangkut (jaringan vaskuler).

a. Epidermis
Pada umumnya daun itu pipih dan lebar, maka untuk melindungi agar penguapan tidak
terlalu banyak daun dilapisi kutikula dan kadang-kadang mempunyai lapisan lilin. Epidermis daun terletak di permukaan atas dan permukaan bawah. Pada epidermis bawah ada yang berubah bentuk menjadi stomata (mulut daun) yang dilengkapi dengan sel penutup gunanya untuk mengatur transpirasi dan masuknya gas karbondioksida (CO2) pada saat fotosintesis berlangsung (siang hari) dan keluarnya oksigen sebagai hasil dari fotosintesis.

b. Jaringan pengangkutan (berkas pengangkutan)
Berkas pengangkutan pada daun berupa xilem dan floem, terdapat pada tulang daun
yang susunannya seperti pada batang.

c. Jaringan parenkim
Jaringan ini terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah yang disebut mesofil
yang berbentuk jaringan pagar (palisade parenkim) dan jaringan spons (spons parenkim).

Pada palisade parenkim banyak mengandung klorofil, sehingga jaringan ini berperan dalam fotosintesis. Spons parenkim juga mengandung klorofil tetapi lebih sedikit dibanding palisade parenkim.

Spons parenkim terletak di bawah epidermis dan bentuknya memanjang, dan spons
parenkim di bawahnya bentuknya tidak teratur dan susunan sel-selnya renggang (terdapat
ruang antarsel) maka disebut juga jaringan bunga karang.

Fungsi daun
Daun memiliki banyak fungsi, selain sebagai tempat membuat makanan melalui proses
fotosintesis, daun juga sebagai alat transpirasi, serta sebagai alat pertukaran gas karbondioksida dan oksigen.

Proses membuka dan menutupnya stomata
Proses membuka dan menutupnya stomata banyak dipengaruhi oleh intensitas cahaya di sekitarnya. Jika intensitas cahaya kuat, maka stomata membuka, sebaliknya juga intensitas cahaya rendah (lemah) atau dalam keadaan gelap, stomata akan menutup.

Oleh karena itu, pada siang hari stomata lebih banyak terbuka, sehingga proses transpirasi sangat besar. Gerakan membuka dan menutupnya stomata ini juga disebabkan oleh mengembang dan mengkerutnya sel pengawal (sel penutup).

Pada saat cahaya kuat, sel pengawal (penutup) menyerap air dari sel tetangga, yang
mengakibatkan sel pengawal mengembang dan tegang. Kondisi ini mengakibatkan bagian dinding sel yang lentur tertarik di belakang ke arah sel tetangga dan bagian dinding sel yang berbatasan dengan lubang stomata ikut tertarik. Hal ini yang menjadikan stomata terbuka sehingga uap air dari dalam rongga antarsel keluar.

Pada saat cahaya lemah atau gelap, sel pengawal kehilangan air karena air dari sel
pengawal kembali ke sel tetangga. Hal ini mengakibatkan sel pengawal mengerut dan lemas sehingga stomata tertutup.

Struktur dan Fungsi Batang

Batang (caulis) adalah bagian tumbuhan yang paling pokok sebab batang merupakan
tempat tumbuhnya akar dan daun. Pada umumnya batang berbuku-buku.

Batang pertama tumbuh berkembang dari lembaga benih. Suatu batang yang sangat
kecil muncul pada saat biji berkecambah. Secara umum, batang bergerak ke atas melalui
tanah dan muncul ke udara. Selama titik tumbuhnya tetap hidup, batang dapat menjadi lebih panjang. Jika waktunya tiba cabang-cabang juga akan tumbuh dan berkembang.

Jika titik tumbuh batang mati atas dihilangkan, sebuah titik tumbuh akan terbentuk di bawah ujung potongan. Batang yang tumbuh di atas tanah dengan cara tersebut disebut batang udara.

Pada ujung batang di samping meristem apikal terdapat jaringan primer dari luar ke dalam berturut-turut terdiri dari jaringan: prototema, yaitu jaringan yangterdapat di luar yang nanti membentuk epidermis: prokambium, yaitu jaringan meristem yang ke dalam
membentuk xilem dan ke luar membentuk floem: meristem dasar, yaitu jaringan yang membentuk empulur dan korteks.

Pada batang umumnya dari luar ke dalam terdiri dari:

a. Epidermis
Epidermis pada batang tersusun atas selapis sel-sel yang hidup dan mempunyai
kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat menyesuaikan diri dengan bertambah besarnya batang sampai batas maksimum. Kemudian diganti dengan jaringan gabus yang dibuat dari kambium gabus, yang terletak di luar korteks.

Pada epidermis terdapat lentisel yang terbentuk karena kegiatan kambium gabus yaitu sel-sel yang bulat, tidak bergabus, banyak rongga udara. Pada batang kelihatan lentisel, tampak sebagai celah-celah.

b. Korteks
Letak korteks di bawah epidermis, tersusun dari sel-sel parenkim. Kadang-kadang selsel
parenkim dindingnya menebal membentuk kolenkim dan sklerenkim berguna untuk
menguatkan batang yang susunan sel-selnya berongga. Pertukaran gas dapat terjadi pada
lapisan-lapisan paling dalam yang terisi butir-butir tepung. Sehingga sering disebut sarung tepung.

c. Silinder pusat
Silinder pusat merupakan bagian terdalam dari tumbuhan yang tersusun oleh floem primer, kambium vaskuler, xilem primer, dan empulur.

1) Floem primer
Merupakan jaringan komplek yang tersusun oleh beberapa macam sel, yang mampu
mengangkut zat organik hasil fotosintesis dari daun, te tempat lain. Misal: sel-sel floem
dan serabut floem.

2) Kambium vaskuler (kambium berpembuluh)
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang bersifat meristematik. Letak kambium vaskuler di
antara xilem dan floem, sehingga jika kambium tersebut membelah ke arah dalam, akan
membentuk xilem dan jika membelah ke arah luar, akan membentuk floem. Xilem dan
floem yang baru terbentuk, disebut xilem dan floem sekunder.

3) Xilem primer
Merupakan jaringan pembuluh yang terbentuk pada pertumbuhan primer. Pembuluh xilem berupa trakea atau trakeid.

4) Empulur
Empulur terletak pada batang bagian terdalam yang terdiri dari parenkim yang selselnya
berongga (ruang antarsel).

Peran pembuluh xilem
Pada umumnya pembuluh xilem berperan sebagai pengangkut zat-zat dan air dari tanah menuju daun yang melewati xilem dalam akar, xilem dalam batang, dan xilem yang ada pada daun.

Sel-sel yang menyusun jaringan xilem berbentuk panjangpanjang seperti serabut. Berdasarkan hubungan sel-selnya dikenal dua macam xilem.

a. Trakea, yaitu dinding batas antara sel-sel penyusunnya telah hilang.
b. Trakeid, yaitu dinding batas antara sel-sel tampak berlubanglubang.

Peran pembuluh floem
Floem berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Floem tersusun dari sel-sel yang berhubung-hubungan dan bentuk sel-selnya panjang. Hubungan
sel satu dengan sel lain akan membentuk pembuluh di mana tempat perhubungan sel-sel tersebut terdapat di dinding batas yang berlubang-lubang kecil seperti tapis sehingga disebut pembuluh tapis.

Pertumbuhan batang pada dikotil
Pada tumbuhan dikotil antara xilem dan floem terdapat kambium. Kambium akan selalu
membelah ke arah dalam membentuk xilem dan keluar membentuk floem sehingga batang menjadi bertambah besar.

Kegiatan kambium tersebut dipengaruhi tersedianya zat yang dibutuhkan seperti air
dan mineral. Pada musim kemarau air sulit didapat, maka pembelahan sel-sel kambium pun juga sedikit, sehingga xilem dan floem sekunder penambahannya sangat tipis. Tetapi di musim penghujan pembelahan sel-sel kambium sangat cepat, sebab kebutuhan air cukup, sehingga xilem dan floem sekunder penambahannya banyak (tebal). Jika batang tersebut dipotong melintang pertumbuhan xilem dan floem sekunder pada musim kemarau dan penghujan akan tampak berbentuk lingkaran-lingkaran yang konsentris, yang disebut lingkaran tahun. Umur tumbuhan secara garis besar dapat dilihat melalui banyaknya lingkaran pada batang tersebut.

Fungsi batang
Seperti halnya akar, batang mempunyai banyak fungsi penting. Batang menghasilkan
dan menyangga daun, yang merupakan pusat pembuatan makanan tumbuhan. Batang
menyediakan sarana jalan bagi berbagai bahan yang diangkut dalam tumbuhan. Batang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan, misalnya tebu, sagu, dan aren.

Demikian pula, batang tertentu dapat berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif.

Fungsi Akar

Fungsi utama akar adalah untuk menyerap air dan mineral dari tanah sekitarnya. Untuk
melakukannya, pada bagian akar dewasa tumbuh rambut-rambut kecil yang kuat untuk mencari jalan di antara butir-butir tanah yang dilapisi air. Akar-akar sekunder yang besar juga membuat cabang-cabang dari akar utama untuk menambah kapasitas penyerapan airnya.

Akar juga mempunyai fungsi-fungsi penting lainnya, yaitu menegakkan batang pada tempat tumbuhnya, membantu pernapasan secara difusi, dan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Jalannya air dalam tumbuhan
Air dari dalam tanah masuk sel-sel akar dengan proses yang disebut osmosis. Air dalam
sel-sel akar mengandung garam-garam dan gula yang terlarut di dalamnya. Tetapi air dalam tanah mengandung lebih sedikit garam dan tidak mengandung gula. Oleh karena itu larutan dalam sel lebih pekat daripada larutan dalam tanah. Kedua larutan itu dipisahkan oleh dinding sel akar yang sangat tipis, disebut membran.

Osmosis adalah proses mengalirnya air melalui sebuah membran, karena perbedaan
konsentrasi antara dua larutan. Proses osmosis ini, akan menyamakan konsentrasi larutan-larutan tersebut. Dengan demikian air mengalir dari tanah ke dalam sel akar.

Dengan proses yang sama, air yang telah masuk ke dalam sel akar kemudian mengalir
dari satu sel ke sel yang lain hingga mencapai pembuluh khusus yang disebut xilem. Xilem mengalirkan air ke atas menuju daun.

Selama masih ada air di dalam tanah, air akan terus masuk ke sel tumbuhan melalui
rambut-rambut akar secara osmosis. Hal ini mengakibatkan sel mengembang dan tidak dapat dimasuki air lagi. Sel-sel akan tegang oleh air. Tekanan air di dalam sel disebut tekanan turgor.

Adanya tekanan turgor menyebabkan batang yang lunak akan menjadi keras dan daun menjadi kaku. Tanpa air yang cukup, sel-sel akan mengempes dan tumbuhan lambat laun akan menjadi layu.

Struktur Anatomi Akar

Susunan bagian dalam akar terdiri atas jaringan-jaringan antara lain epidermis, korteks,
dan silinder pusat (stele). Jaringan-jaringan tersebut mempunyai bentuk dan fungsi yang
berbeda-beda.

a. Epidermis
Epidermis tersusun atas sel-sel berdinding tipis yang terdiri atas satu lapis dan sel-selnya tersusun rapat. Di daerah dekat ujung akar, sel-sel epidermis ada yang berubah menjadi bulu-bulu akar.

Bulu-bulu akar ini sangat penting di dalam penyerapan air dan mineral. Epidermis bersifat semipermeabel dan mengalami penebalan. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan yang ada di bawahnya.

b. Korteks
Korteks atau kulit luar terdiri atas sel-sel parenkim yang terletak di antara silinder pusat dan epidermis. Susunan sel-sel korteks renggang.

Korteks berperan sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan. Korteks bagian luar
berbatasan dengan epidermis, berupa selapis sel yang disebut eksodermis, sedangkan korteks bagian dalam yang berbatasan dengan silinder pusat disebut endodermis.

Endodermis berfungsi mengatur jalannya air dan mineral dari korteks ke silinder pusat. Sel-sel endodermis sisi radial mengalami penebalan dari zat suberin dan lignin, sehingga jika dilihat dari atas seperti titik-titik yang disebut titik kaspari. Titik kaspari tersusun membentuk pita kaspari.

c. Silinder pusat (stele)
Silinder pusat terletak di bagian dalam akar, yaitu sebelah dalam endodermis silinder
pusat mengandung jaringan pengangkut yaitu xilem, floem, dan perisikel. Xilem (pembuluh kayu) berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.

Struktur dan Fungsi Akar

Pada umumnya akar merupakan bagian tumbuhan yang berada di dalam tanah. Akar selalu tumbuh ke bawah sesuai dengan fungsinya untuk mencari makan yaitu menyerap air dan mineral dari tanah.

Akar pada tumbuhan ada dua macam, yaitu: akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang adalah akar yang berasal dari lembaga yang tumbuh memanjang dan membesar di dalam tanah. Akar tunggang disebut juga akar primer, karena akar tersebut berasal dari lembaga. Akar serabut adalah akar yang tumbuhnya dari pangkal batang ke
samping dan besarnya hampir sama antara satu dengan yang lain.

Tanaman yang mempunyai akar tunggang, adalah tanaman yang tumbuh dari biji, tetapi jika hasil dari cangkokan, tidak punya akar tunggang.

Jika dilihat secara morfologi, struktur akar terdiri dari tudung akar, zona sel pembelah,
zona pemanjangan sel, zona sel matang, dan rambut akar. Pada ujung akar terdapat sel-sel
yang selalu membelah (jaringan meristem), sehingga akar semakin panjang. Pada jaringan meristem karena sel-selnya masih muda, maka dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).

Di belakang meristem (meristem apikal) terdapat sel-sel yang memanjang sehingga
daerah ini disebut daerah pemanjangan, kemudian sel-sel yang terletak di belakang jaringan meristem mengalami perubahan besar sesuai fungsinya, daerah ini disebut daerah diferensiasi.

Struktur Jaringan Pada Tumbuhan

Organ-organ pada tumbuhan terdiri dari beberapa jaringan yaitu: jaringan meristem,
jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorentim, jaringan kolenkim, jaringan
sklerenkiim, jaringan xilem, dan jaringan floem.

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel yang masih muda dan
bersifat selalu membelah diri. Jaringan ini kita jumpai pada ujung batang, ujung akar, dan pada kambium. Jaringan inilah yang menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tinggi dan besar, dan akar semakin panjang.

Jaringan meristem yang terletak pada ujung batang maupun ujung akar disebut meristem
primer. Jaringan meristem ini terdapat pada tumbuhan baik dikotil maupun monokotil.

Jaringan meristem yang terletak antara floem dan xilem disebut jaringan meristem sekunder dan jaringan ini terdapat pada tumbuhan dikotil.

2. Jaringan Parenkim (Jaringan Dasar)
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang hidup, bentuknya segi banyak, dinding tipis,
punya rongga sel yang besar, mempunyai ruang antarsel, ada yang mengandung
kloroplas, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Letak jaringan ini tersebar di
seluruh bagian tubuh tumbuhan, baik pada akar, batang, daun, buah, dan biji.

3. Jaringan Epidermis
Jaringan ini menempati di seluruh permukaan tubuh tumbuhan dan tersusun dari selapis
sel yang tersusun rapat, dan biasanya tidak mengandung klorofil, kecuali pada sel penutup pada stomata (mulut daun).

Jaringan epidermis yang terletak pada akar yaitu di dekat ujung akar bisa mengalami
modifikasi menjadi bulu akar. Sedang jaringan yang ada pada batang atau cabang bisa mengalami modifikasi menjadi lentisel (celah pada batang yang dipergunakan untuk pertukaran gas. Dan yang ada pada daun mengalami modifikasi menjadi stomata (mulut daun).

4. Jaringan Klorenkim
Jaringan ini sebetulnya berasal dari jaringan parenkim yang sudah mengalami perubahan bentuk dan fungsinya. Sel-sel penyusunnya mempunyai kloroplas, sehingga
dapat melakukan fotosintesis.

5. Jaringan Kolenkim
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang hidup dan berdinding tipis, jaringan ini mirip
dengan jaringan parenkim, tetapi jaringan ini sel-selnya mengalami penebalan dari selulosa pada sudut-sudutnya.

6. Jaringan Sklerenkim
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang telah mati, dinding selnya menebal. Bentuk jaringan ini ada dua, yaitu:
a. Sklereida (sel batu): yaitu dinding sel yang tebal tersusun dari zat kayu dan mengandung banyak noktah. Contoh: pada tempurung kelapa dan kulit kenari.

b. Serabut sklerenkim/serat: jaringan ini biasanya terdapat pada kulit tumbuhan dikotil dan daun monokotil yang dapat dimanfaatkan serat-seratnya.

7. Jaringan Xilem (Pembuluh Kayu)
Xilem adalah jaringan pengangkut juga sebagai jaringan penyokong. Jaringan ini terletak
pada bagian kayu dan mempunyai dua macam bentuk, yaitu:
a. Trakeid; yaitu sekat-sekat antarselnya berpori.
b. Trakea; yaitu sekat-sekat antarselnya berliang.

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar menuju daun
maka xilem terdapat pada akar, batang dan daun, baik pada tumbuhan dikotil maupun
monokotil dan tumbuhan berpembuluh lainnya.

8. Jaringan Floem (Pembuluh Ayak/Tapis)
Jaringan floem terletak pada bagian kulit batang. Jaringan ini juga berfungsi sebagai
pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh jaringan ini tersusun dari sel-sel panjang yang ujung-ujungnya bergandengan membentuk suatu pembuluh. Jaringan floem diiringi oleh sel-sel pengiring.

Saturday, February 16, 2013

Organ Pada Hewan

Jaringan tergabung dalam unit yang lebih besar, dikenal sebagai organ, yang melakukan tugas-tugas tetap tertentu. Berdasarkan tempatnya, organ dikelompokkan menjadi 1) organ luar, yaitu organ tubuh yang berada dan kelihatan dari bagian luar, 2) organ dalam, yaitu organ yang berada di dalam tubuh.

Beberapa organ yang terdapat dalam kelompok hewan adalah:
1. Jantung
2. Otak berfungsi sebagai saraf pusat
3. Paru-paru, insang atau trakea berfungsi untuk proses pernapasan
4. Hati
5. Lambung, usus, dan anus
6. Pankreas dan ginjal
7. Organ-organ reproduksi
8. Anggota badan (kaki, tangan, sayap, sirip, ekor)
9. Indera (lidah, mata, telinga, kulit, antena, dan hidung)

Organ Pada Tumbuhan

Sebuah organ disusun dari beberapa jenis jaringan yang bentuk dan fungsinya berbeda-beda. Pada dasarnya organ tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas akar dan pucuk. Bagian pucuk terbagi menjadi batang dan daun. Organ reproduksi seperti bunga atau runjung, buah atau biji dianggap sebagai batang khusus yang mengalami modifikasi.

Akar
Organ akar berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan, memperkokoh batang, menyimpan cadangan makanan, dan alat perkembangbiakan vegetatif. Berdasarkan bentuknya ada jenis akar serabut dan akar tunggang.

Susunan anatomi luar organ akar terdiri atas rambut akar (sebagai perluasan jaringan epidermis), dan tudung akar (kaliptra) bagian ujung. Susunan fisiologis organ akar dari luar ke dalam terdiri atas epidermis, korteks, stele atau silinder pusat akar yang terdiri atas perisikel (perikambium), berkas vaskuler (xylem dan floem) serta empulur.

Batang bagaimanakah strukturnya?
Organ batang berfungsi untuk transportasi air dan zat makanan, perkembangbiakan vegetatif, dan menyimpan cadangan makanan. Berdasarkan bentuknya ada jenis batang herba (pada tanaman musiman) dan batang berkayu (pada tanaman tahunan). Berdasarkan jenis biji yang dihasilkan ada batang monokotil dan batang dikotil.

Susunan organ batang terdiri atas jaringan primer (terdapat pada batang monokotil maupun dikotil, untuk pertumbuhan tinggi batang) dan jaringan sekunder (hanya terdapat pada batang dikotil, untuk pertumbuhan membesar).

Jaringan primer monokotil terdiri atas epidermis, berkas pembuluh, empulur dan .sklerenkirn. Jaringan primer dikotil terdiri atas epidermis, korteks, xylem, floem dan kambium. Jaringan sekunder dikotil terdiri atas floem sekunder, xylem sekunder dan kambium gabus.

Daun, bagaimanakah strukturnya?
Organ daun berfungsi untuk tempat berlangsungnya proses fotosintesis, penguapan (evaporasi), menyimpan cadangan makanan, dan alat perkembangbiakan vegetatif. Daun dibeda-bedakan berdasar:
a. Bentuk ujungnya ada jenis daun terbelah, meruncing, dan membulat.
b. Tepi daun ada daun rata, bergerigi, beringgit, dan berombak.
c. Tulang daun ada daun menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar.
d. Jumlah helaian daun ada daun tunggal dan daun majemuk.

Susunan fisiologis organ daun terdiri atas kutikula, epidermis atas, mesofil/jaringan dasar (terdiri atas palisade dan jaringan spons), xylem, floem, epidermis bawah dan stomata.

Macam Macam Jaringan Pada Hewan

Jaringan hewan tingkat tinggi, khususnya vertebrata terdiri dari empat kelompok yaitu:

a. Jaringan Epitel
Jaringan epitel melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Jaringan ini disusun oleh sel-sel epitel. Berdasarkan letaknya terdiri atas
1) epitelium,
2) mesotelium,
3) endotelium.

Berdasarkan fungsi ada
1) epitel pelindung,
2) epitel kelenjar,
3) epitel penyerap,
4) epitel indera.

Berdasarkan bentuk selnya ada
1) epitel pipih (bentuk selnya seperti lapisan pipih),
2) epitel batang/silindris (bentuk selnya seperti batang),
3) epitel kubus (bentuk selnya seperti kubus).

b. Jaringan Otot
Jaringan otot disusun oleh sel-sel otot dm menyusun organ gerak aktif jaringan ini berfungsi untuk menghasilkan gerak anggota tubuh.

Berdasarkan jenis sel, jaringan otot terdiri atas :
1) jaringan otot polos yang disusun oleh sel otot polos,
2) jaringan otot lurik (otot rangka),
3) jaringan otot jantung (miokardium).

Otot polos berbentuk seperti gelendong dengan inti sel tunggal di tengah-tengah. Sel otot polos dalam bekerja dipengaruhi oleh sistem saraf tak sadar, sehingga yang kerja otot polos tidak di bawah kemauan kita.

Sel otot rangka berbentuk silinder, memiliki inti sel lebih dari satu dan terletak di bagian tepi. Kerja otot rangka menurut kemauan kita (otot sadar). Otot jantung berbentuk sepenti anyaman otot rangka, tetapi sistem kerjanya seperti otot polos.

c. Jaringan ikat
Jaringan ikat berfungsi mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan dan mengikat jaringan dengan jaringan. Jaringan ikat terdiri atas bagian matriks dan sel penyusun. Matriks adalah bahan dasar pengisi rongga antar sel, sehingga membentuk jaringan.

Bahan matriks terdiri atas serat kalagen, serat elastis dan serat retikuler. Sel penyusun jaringan ikat terdiri atas sel lemak, sel plasma, sel tiang dan fibroblas. Jaringan ikat terdiri dari : jaringan tulang keras (osteon), jaringan tulang rawan (kartilago), jaringan darah, jaringan lemak dan jaringan limfe. Jaringan darah dan jaringan limfe disebut juga jaringan penghubung.

d. Jaringan saraf
Jaringan saraf disusun oleh sel-sel saraf, dan berguna untuk mengatur dan  mengkoordinasi aktivitas tubuh. Jaringan saraf disusun oleh sel saraf yang disebut neuron. Neuron terdiri atas dendrit, yaitu penjuluran ke arah luar badan sel yang berperan
sebagai penerima sinyal untuk diantarkan ke badan sel.

Badan sel merupakan bagian utama neuron yang memiliki inti sel. Nerit (akson) yaitu penjuluran badan sel yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal dari badan sel ke akson pada badan sel yang lain.

Macam Macam Jaringan Pada Tumbuhan

Berdasarkan proses terbentuknya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu:

a. Jaringan primer
Jaringan primer adalah jaringan yang dihasilkan dari pembesaran dan diferensiasi sel meristem apikal (ujung titik tumbuh).

b. Jaringan sekunder
Jaringan sekunder adalah semua jaringan yang dibentuk dari proses pertumbuhan sekunder.

Berdasarkan kemampuan memperbanyak diri atau proses pembentukannya,
ada dua jenis jaringan, yaitu:
a. Jaringan meristem, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah diri. Jaringan meristem terdiri dari beberapa jaringan.
1) Promeristem, yaitu jaringan meristem yang telah ada sejak masa embrio.
2) Meristem primer, yaitu jaringan meristem tumbuhan dewasa yang sell masih  membelah diri. Jaringan ini disebut juga jaringan primer.
3) Meristem sekunder, yaitu jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer. Jaringan ini disebut juga jaringan sekunder.

b. Jaringan permanen, yaitu jaringan yang sudah tidak meristematis (tumbuh dan membelah). Jaringan permanen terdiri dari beberapa jaringan.

1) Epidermis, yaitu jaringan yang menutup permukaan tubuh atau bagian tubuh tumbuhan. Disebut juga jaringan pelindung.
2) Parenkim, yaitu jaringan pengisi atau jaringan dasar yang selalu ada pada setiap tumbuhan. Jaringan parenkim ada yang berfungsi untuk menyimpan air, bahan makanan, udara atau uniuk transportasi dan fotosintesis.
3) Penyokong, yaitu jaringan yang berfungsi untuk menyokong tanaman agar berdiri dengan kokoh. Disebut juga jaringan penguat, yang terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
4) Pengangkut, yaitu jaringan yang berguna untuk transportasi di dalam tubuh tanaman. Jaringan pengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun disebut xylem atau pembuluh kayu. Jaringan pengangkut bahan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan disebut floem atau pembuluh tapis.

Definisi Jaringan Pada Makhluk Hidup

Pada organisme bersel tunggal (uniselular), semua aktivitas kegiatan berlangsung dalam satu sel itu, tetapi organisme uniselular tidak demikian, melainkan terjadi pembagian fungsi dari sel-sel yang berbeda.

Makhluk hidup khususnya organisme tingkat tinggi (organisme multiseluler), semula berasal dari sebuah sel kelamin betina (sel telur) yang dibuahi oleh sebuah sel kelamin jantan, yang menghasilkan zigot.

Selama proses perkembangannya, sebuah sel zigot berubah menjadi sejumlah sel tubuh
yang berbeda bentuk dan fungsinya. Proses perubahan bentuk, sel disebut diferensiasi. Misalnya menjadi bentuk sel kulit, sel saraf, sel tulang, sel darah, dan sel otot.

Sedangkan perubahan fungsi sel menjadi fungsi-fungsi tertentu disebut spesialisasi. Misalnya fungsi sel otof mata, sel otot jantung, dan sel saraf.

Sel-sel yang memiliki bentuk hampir sama dan melakukan fungsi yang sama berkumpul membentuk suatu kesatuan yang disebut jaringan.

Sel-sel saraf akan membentuk jaringan saraf, sel-sel kulit akan membentuk jaringan kulit, sel-sel darah akan menghasilkan darah dan sebagainya.

Struktur Sel dan Fungsinya

Sebagai satuan kehidupan, maka sel juga memiliki daya hidup, dan memenuhi ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Bukankah ada makhluk hidup yang hanya terdiri dari sebuah sel? Supaya dapat mengetahui gejala kehidupan sebuah sel, maka perlu dilihat dahulu apa yang terdapat di dalam sebuah sel secara lengkap.

Di dalam sel terdapat komponen penyusun sel yang disebut organel sel yang terdiri:

a. Selaput (membrane plasma)
Membran plasma merupakan pembungkus plasma yang menyelubungi sebuah sel. Membran plasma bersifat semipermiabel berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.

Membran plasma selain merupakan selaput luar sitoplasma juga merupakan membran semua organel sel dalam sitoplasma, dan sama-sama tersusun atas lemak dan protein. Pada sel tumbuhan, selaput plasma ini dilindungi oleh selaput yang tersusun dari selulosa.

b. Plasma
Plasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel (disebut sitoplasma) dan cairan inti sel (disebut nukleoplasma). Sitoplasma sebagian besar (65% - 75%) disusun oleh air, selebihnya berisi zat makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral). Pada
sel tumbuhan di dalam sitoplasma memiliki plastida (butir pembawa zat warna dan butir pembuat amilum, dan lemak).

Di dalam sitoplasma terdapat :
1) Organel, yaitu bangunan yang selalu terdapat dalam semua sel.
2) Inklusio menupakan kumpulan bahan mati yang tidak selalu ada dalam sel.

c. Inti sel (nukleus)
Inti sel berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh sitoplasma, berbentuk bulat atau lonjong. Inti ini dibungkus oleh dua membran yang masing-masing dipisahkan oleh celah sebesar 20 - 30 mm yang disebut spatium perinucliaris. Lapisan luar (kurang padat)
kemungkinan ditempeli ribosom, sedang lapisan dalam (padat dan rata) terdapat butir kromatin. Lapisan luar berfungsi untuk memelihara keberadaan lubang dan bentuk inti, lapisan dalam berfungsi untuk memegang bagian kromosom interfase.

Pada membran inti terdapat pori (porus nuclearis) yang berfungsi sebagai penghubung antara inti dengan sitoplasma dalam melaksanakan proses biokimia. Inti terdiri dari:
1) Anak inti (nucleolus) yang berperan dalam proses sintesa protein.
2) Kromatin yang terdiri dari DNA dan RNA serta nukleoprotein. Kromatin akan menjadi kromosom (pembawa gen).
3) Plasma inti (nukleoplasma).

d. Retikulum endoplasma
Adalah sistem membran yang membentuk jaringan rongga, berdinding membran, yang menghubungkan sitoplasma dengan inti. Terdapat pada semua sel hewan maupun tumbuhan.
Bentuk dan ukuran rongga ini berbeda-beda, yaitu:
1) Sisterna, berbentuk ruang gepeng, berlapis-lapis, dan saling berhubungan.
2) Tubuler, berbentuk pipa kecil, dan saling berhubungan.
3) Vesikuler, berbentuk gelembung yang berlapis.

Ada dua jenis retikulum endoplasma yaitu kasar (yang permukaan luarnya terdapat butir ribosom) dan yang halus (tidak memiliki butir ribosom pada permukaan membrannya).

e. Ribosom
Merupakan organel bebas dalam sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma dan berfungsi untuk sintesa protein. Pada saat sintesis, ribosom membentuk deretan memilin (spiral) yang dinamakan poliribosom. Jumlah ribosom yang membentuk poliribosom akan menentukan ukuran molekul protein yang terbentuk.

f. Badan mikro (peroksisom dan glioksisom)
Peroksisom berbentuk mirip dengan lisosom, ditemukan pada sel hewan dan tumbuhan. Banyak terdapat pada sel hati dan mengandung enzim oksidase dan enzim katalase (menetralkan hidrogen peroksida yang bersifat racun dan reaktif). Glioksisom berukuran lebih kecil dan berfungsi dalam metabolisme lemak pada pertumbuhan biji-bijian.

g. Komplek golgi
Komplek golgi tersusun atas gelembung berdinding membran dengan berbagai bentuk dan ukuran, dari yang amorf sampai kantung-kantung pipih yang bertumpuk. Pada sel tumbuhan disebut diktiosom, pada sel hewan banyak ditemukan pada sel hati dan kelenjar. Fungsi komplek golgi antara lain:

1) Mengumpulkan sekresi protein dari retikulum endoplasma kemudian dibawa ke luar sel.
2) Pembentukan kantung-kantung untuk sekresi yang terjadi pada sel-sel kelenjar.

h. Lisosom
Lisosom adalah organel sel yang mengandung kumpulan enzim hidrolitis misalnya protease, lipase, fosfolipase dan fosfatase. Fungsi lisosom:
1) Menghancurkan organel yang rusak (disebut sitolisosom).
2) Mencerna zat-zat yang belum diuraikan.

i. Mitokondria
Berbentuk bulat atau lonjong, terbesar di dalam sitoplasma. Dindingnya rangkap yang masing-masing strukturnya merupakan dua lapis lemak. Dinding sebelah dalam berlipat-lipat membentuk sekat-sekat yang disebut krista mitrokondriales. Mitokondria berisi
cairan yang lebih padat dari cairan sitoplasma, selain itu juga ditemukan DNA, RNA, dan ribosom yang berbeda jenisnya dengan ribosom sitoplasma sel. Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel dan metabolisme penghasil energi.

j. Mikrotubulus
Terbentuk atas molekul tubulin yang membentuk tabung, banyak ditemukan di sepanjang serabut saraf dan sel saraf. Pada sel eukariotik mampu membentuk flagel dan silia sebagai alat gerak.

k. Mikrofilamen
Tersusun atas benang protein aktin, miosin, dan sitoskeleton. Filamen ini banyak diketemukan pada sel otot rangka atau otot lurik, dan otot jantung. Filamen aktin bekerja sama dengan flamen miosin menyebabkan terjadinya kontraksi otot.

l. Vakuola
Vakuola disebut juga rongga sel, berisi larutan sisa pertukaran zat yang mengandung zat-zat tertentu seperti minyak artheris (jahe, kayu putih), alkaloid, garam-garam mineral, butir-butir pati, enzim dan lain-lain. Vakuola berguna untuk pertukaran zat atau
metabolisme sel. Dinding vakuola (tonoplast) bersifat semi permiabel. Pada organisme unisel terdapat dua jenis vakuola yaitu:
1) Vakuola kontraktil (rongga berdenyut) untuk alat pengeluaran bahan sisa dari dalam sel.
2) Vakuola nonkontraktil yang berfungsi untuk menyerap dan mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian sel.

Definisi Sel

Sel dapat diartikan sebagai unit terkecil dari kehidupan. Istilah sel berasal dari kata “sella” dari bahasa Latin berarti ruang kosong. Susunan atau bentuk sel pertama kali dilihat oleh Robert Hook (1935 - 1903) dengan menggunakan mikroskop primitif. Sel yang dilihat berupa sel mati yaitu sel gabus, sehingga terlihat petak-petak kosong. Sel merupakan benda yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan menggunakan mata biasa.

Pengertian sel berkembang sejalan dengan diketemukannya mikroskop oleh Leuwenhoek (1632 - 1723); suatu alat bantu untuk melihat benda-benda berukuran mikro (mikroskopis). Schleiden (ahli botani) dan Schwan (ahli zoologi) dari Jerman pada tahun 1939 menyatakan bahwa semua organisme tersusun dari bagian esensial (penting) yang sama yang disebut sel. Sedangkan Schultze (ilmuwan Jerman) pada tahun 1861 memberikan definisi bahwa sel adalah masa protoplasma yang mengandung nukleus (inti).

Ahli biologi yang menemukan teori sel
Johanes Purkinye (1787 - 1869) menyebutkan bahwa cairan di dalam sel hidup yang merupakan bahan embrional di dalam telur disebut protoplasma.

Robert Brown (1813) menemukan inti sel (nukleus) sebagai struktur penting dart sel hidup.

Felix Dujardin (1825) yang semula menyebut sel hewan sebagai sarcode, mengemukakan bahwa bagian sel yang terpenting adalah cairan di dalam sel.

Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup. Semua sel berasal dari sel juga (omne cellulae cellulae).

Max Schultze (1825 - 1874) mengatakan bahwa sel adalah massa protoplasma yang mengandung nukleus, sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.

Penemuan baru menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas, maksudnya sifat-sifat yang diturunkan selalu dimulai dari sel.