Showing posts with label Sistem Tulang. Show all posts
Showing posts with label Sistem Tulang. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Gangguan Dan Kelainan Pada Tulang Manusia

Tulang-tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik gangguan tulang sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi setiap hari, posisi tubuh yang salah, terkena penyakit, kecelakaan, dan lain-lain. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan gangguan tulang atau penyakit pada tulang.

Kebiasaan posisi tubuh yang salah
Posisi duduk yang salah dapat menyebabkan gangguan pada tulang. Jika posisi duduk
dengan punggung membungkuk maka tulang belakang akan melengkung ke kiri, ke kanan, ke depan, atau ke belakang.

Melengkungnya tulang belakang tersebut dipengaruhi oleh posisi dan kebiasaan duduk.
Kelainan tulang punggung dapat dibedakan menjadi tiga:
a. Skoliosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke kiri atau ke kanan.
b. Kifosis, yaitu tulang punggung terlalu melengkung ke belakang.
c. Lordosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke depan.

Oleh karena itu kita harus membiasakan duduk dengan sikap yang benar yaitu duduk
dengan sikap tegak dan tidak membengkok ke kanan atau ke kiri.

Gangguan tulang karena penyakit
Beberapa penyakit tulang dapat disebabkan oleh mikroorganisme, baik virus maupun
bakteri, di antaranya sebagai berikut.
a. Polio
Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang menyerang tulang, sehingga menjadi lumpuh (tidak bertenaga) atau pertumbuhannya mengecil dan tidak sempurna.

b. Layuh semu
Layuh semu terjadi akibat infeksi penyakit sifilis pada anak semasa dalam kandungan
akibat tertular oleh ibu yang mengidap penyakit sifilis, akibatnya tulang-tulang anggota gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.

c. Kaku sendi
Kaku sendi merupakan cacat pada persendian di mana sendi tidak dapat digerakkan.
Penyakit ini disebabkan karena persendian terinfeksi penyakit sifillis atau gonorhoe sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan. Kaku sendi biasanya ini terjadi pada orang dewasa.

d. Kanker tulang
Virus juga dapat merusak pertumbuhan sel-sel tulang yang tidak terkendali, sehingga di
beberapa tempat pada tulang dapat tumbuh benjolan-benjolan yang dapat berpindah-pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

e. TBC tulang
TBC tulang adalah penyakit pada tulang akibat infeksi oleh Tubercolosis sehingga tulang
menjadi rusak.

Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh faktor keturunan (sifat keturunan)
Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan diwariskan kepada
keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya, kelainan bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang disebabkan oleh gen maka akan diwariskan kepada keturunannya.

Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh makanan
Pertumbuhan tulang-tulang sangat tergantung dari makanan yang kita makan setiap hari.
Makanan yang kita makan harus mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya, mengandung zat kapur, fosfor dan vitamin D.

Kekurangan zat kapur (kalsium) dan vitamin D pada tulang, dapat menyebabkan
pertumbuhan tulang pada kaki terganggu, akibatnya tulang menjadi lunak dan bengkok. Jika bengkoknya ke dalam, kaki membentuk huruf X, tetapi jika bengkoknya keluar, membentuk huruf O. Pada orang tua, jika kekurangan kalsium maka punggung dapat membungkuk.

Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan
Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan antara lain:
a. Fraktura, jika terjadi patah tulang pada saat kecelakaan.
b. Fisura, jika tulang mengalami retak.
c. Urai sendi, jika terjadi pergeseran sendi karena selaput sendi sobek.
d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang yang menggelembung setelah sembuh.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan dan penyakit pada tulang, antara
lain:
a. Setiap hari makan makanan yang mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D
b. Membiasakan duduk dengan posisi yang benar.
c. Memvaksinasi polio pada anak-anak balita.
d. Menghindari penyakit sifilis dengan cara hidup sehat dan berperilaku sehat serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Berolahraga yang teratur.
f. Hindari kecelakaan dengan berhati-hati di jalan atau di tempat lain.
g. Seringkali mendapatkan sinar matahari pagi.

Hubungan Antar Tulang Manusia

Tulang-tulang yang menyusun kerangka, berhubungan antara yang satu dengan yang lain
sehingga membentuk persendian. Berdasarkan sifat gerakan dari persendian, maka sendi
dapat dibedakan menjadi sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.

Sendi Mati (sinartrosis)
Sendi mati adalah hubungan antara tulang-tulang yang tidak dapat digerakkan. Contoh:
hubungan antara tulang-tulang tengkorak.

Sendi Kaku (amfiartrosis)
Sendi kaku adalah hubungan antara tulang-tulang yang memungkinkan sedikit gerakan
(gerakan sangat terbatas). Contoh: hubungan antara tulang dada dan tulang rusuk, hubungan antara tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki, hubungan antara ruas tulang belakang.

Sendi Gerak (diartrosis)
Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang
secara bebas. Contoh: hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hubungan antara tulang jari-jari tangan dan kaki, hubungan antara tulang paha dengan tulang kering, dan lain-lain.

Berdasarkan arah gerakannya sendi gerak dapat dibedakan menjadi:
Sendi Peluru
Sendi peluru adalah hubungan antara dua tulang di mana bonggol tulang yang satu sendi
berbentuk seperti bola (peluru), sedangkan bonggol tulang yang lain berbentuk seperti cawan sehingga menimbulkan gerakan tulang ke segala arah. Contoh: hubungan tulang antara tulang lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.

Sendi Putar
Sendi putar adalah hubungan antara tulang-tulang di mana yang satu dapat berputar
mengitari tulang yang lain. Seperti pada hubungan tulang atlas dan tulang pemutar pada leher, sehingga kepala kita dapat berputar ke kiri dan ke kanan. Contoh: hubungan antara tulang hasta dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau menengadah.

Sendi Engsel
Sendi engsel mempunyai gerakan tulang ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh: hubungan antara tulang lengan atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku, hubungan antara tulang paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan tulang-tulang pada jari tangan dan jari kaki.

Sendi Pelana
Sendi pelana adalah hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain sehingga
memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah. Contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dengan ibu jari.
Sendi Luncur
Sendi luncur adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain, di mana
ujung kedua tulang memiliki permukaan datar sehingga memungkinkan terjadinya gerakan ke depan atau ke belakang, atau ke kiri dan ke kanan. Contoh: tulang-tulang yang menyusun telapak tangan dan telapak kaki, hubungan antartulang-tulang belakang.

Tulang Tulang Penyusun Anggota Gerak

Tulang anggota gerak mempunyai kemungkinan gerak yang lebih bebas dibandingkan
dengan tulang-tulang yang lain. Hal ini sesuai dengan fungsinya untuk melakukan gerakan.

Anggota gerak pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Tulang gerak atas (tangan)
Anggota gerak atas terdiri dari beberapa tulang yang terangkai menyusun tangan. Tulang-tulang yang menyusun tangan antara lain:
1) Tulang lengan atas (dua buah, kanan, dan kiri).
2) Tulang hasta (dua buah, kanan, dan kiri), yaitu tulang yang searah dengan jari kelingking.
3) Tulang pengumpil (dua buah, kanan, dan kiri) yang searah dengan ibu jari.
4) Tulang pergelangan tangan (dua buah, kanan, dan kiri) yang masing-masing terdiri dari delapan buah tulang.
5) Tulang telapak tangan (dua buah, kanan, dan kiri) yang masing-masing terdiri atas lima buah tulang.
6) Tulang jari tangan (kanan dan kiri) yang masing-masing terdiri atas empat belas ruas tulang dan masing-masing jari terdiri atas tiga ruas, kecuali pada ibu jari yang hanya dua ruas.

b. Tulang gerak bawah (kaki/tungkai)
Anggota gerak bawah berupa kaki yang susunannya hampir sama dengan anggota gerak
atas (tangan). Pada kaki tersusun rangkaian tulang-tulang sebagai berikut.

1) Tulang paha (dua buah, kanan dan kiri)
2) Tulang kering (dua buah, kanan dan kiri) yang ada di sebelah depan pada tungkai bawah.
3) Tulang betis (dua buah, kiri dan kanan) yang ada di sebelah belakang pada tungkai
bawah.
4) Tulang tempurung lutut (dua buah, kiri dan kanan)
5) Tulang telapak kaki (dua buah, kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas lima buah
tulang.
6) Tulang jari kaki (kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas empat belas tulang.
Masing-masing jari ada tiga ruas kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.

Tulang Tulang Penyusun Rangka Manusia

Tulang-tulang yang menyusun rangka badan terdiri atas tulang dada, tulang rusuk, tulang
belakang, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul. Organ paru-paru dan jantung terletak di dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang.

Tulang belakang
Tulang belakang terdiri atas ruas-ruas tulang belakang yang dari atas sampai ke bawah terbagi menjadi:
1) 7 ruas tulang leher
2) 12 ruas tulang punggung
3) 5 ruas tulang pinggang
4) 5 ruas tulang kemudi/kelangkang
5) 4 ruas tulang ekor/tulang tungging

Ruas tulang leher yang paling atas disebut tulang atlas, sedangkan yang kedua disebut
tulang pemutar. Dua ruas tulang punggung merupakan tempat melekatnya tulang-tulang rusuk.

Lima ruas tulang-tulang kelangkang dan empat ruas tulang ekor pada orang dewasa telah
menjadi satu.

Tulang dada
Tulang ini berbentuk pipih dengan panjang lebih kurang 15 cm, letaknya di tengah-tengah dada. Tulang dada mempunyai tiga bagian, yaitu hulu, badan, dan taju pedang.

Bagian hulu berhubungan dengan tulang selangka dan bagian badan berhubungan dengan tulang rusuk sedangkan taju pedang kelihatan sebagai tonjolan pada dada bagian bawah yang terdiri dari tulang rawan.

Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang yang dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1) 7 pasang tulang rusuk sejati, di mana bagian belakang melekat pada tulang punggung
dan di depan melekat pada tulang dada.
2) 3 pasang tulang rusuk palsu, bagian belakang melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melekat pada tulang rusuk yang ada di atasnya.
3) 2 pasang tulang rusuk melayang, pada bagian belakang melekat pada tulang belakang
bagian depan tidak melekat pada tulang dada atau tulang yang lain.

Tulang gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas:
1) dua buah tulang usus (ilium)
2) dua buah tulang duduk
3) dua buah tulang kemaluan

Tulang-tulang tersebut saling berhubungan erat membentuk lingkaran yang berlubang. Tulangtulang tersebut juga membentuk persendian dengan tulang paha yang disebut sendi panggul.

Tulang gelang bahu
Tulang-tulang yang menyusun gelang bahu antara lain:
1) Tulang selangka
Tulang selangka jumlahnya dua buah, berbentuk seperti huruf S yang menghubungkan bahu dengan tulang dada, bagian hulu.
2) Tulang belikat
Tulang belikat jumlahnya satu pasang, bentuknya pipih, dan mempunyai tonjolan berbentuk paruh gagak dan disebut tulang paruh gagak. Tulang belikat berbentuk
segitiga.

Tulang Tulang Penyusun Tengkorak Manusia

Tulang-tulang penyusun tengkorak berbentuk pipih dan saling berhubungan erat membentuk suatu rongga yang merupakan tempat otak. Hubungan tulang-tulang tersebut tidak dapat bergerak.

Selain membentuk suatu rongga untuk melindungi otak, ada pula tulang-tulang yang membentuk wajah.

Tulang-tulang tengkorak wajah
Tulang-tulang tengkorak wajah terdiri atas:
1) Tulang hidung
Tulang hidung terdiri atas dua buah, yang menutup hidung bagian atas.
2) Tulang pipi
Tulang pipi terdiri atas dua buah, yang memiliki tonjolan ke belakang dan membentuk
lengkungan pipi.
3) Tulang rahang atas
Tulang rahang atas terdiri atas dua buah sebagai tempat melekatnya gigi-gigi bagian atas.
4) Tulang rahang bawah
Tulang rahang bawah terdiri atas dua buah, sebagai tempat melekatnya gigi-gigi bagian
bawah. Tulang ini memiliki bentuk seperti huruf U dan mempunyai tonjolan yang menuju ke arah pipi. Pada tulang ini juga melekat otot pengunyah dan taju sendi dari tulang pelipis.
5) Tulang air mata
Tulang air mata terdiri atas dua buah, yang terletak di sisi dalam rongga mata, yang
berhubungan dengan rongga hidung.
6) Tulang langit-langit
Tulang langit-langit terdiri atas dua buah, yaitu tulang bagian atas dari rongga mulut.
7) Tulang pisau luku
Tulang pisau luku ada satu buah terdapat dalam rongga hidung dan membentuk sekat
rongga hidung.
8) Tulang lidah
Tulang lidah terdiri dari satu buah, merupakan tempat melekatnya pangkal lidah.

Tulang-tulang tengkorak otak
Tulang-tulang tengkorak otak terdiri atas:
1) Tulang dahi
Tulang dahi berjumlah satu buah, yang membentuk atap tengkorak dan bagian depan.
2) Tulang belakang kepala
Tulang ini jumlahnya satu buah, yang membentuk atap tengkorak dan bagian depan.
3) Tulang pelipis
Tulang pelipis jumlahnya ada dua buah, yang terletak di atas telinga bagian belakang, di bagian bawahnya terdapat tonjolan yang disebut taju putting (tumpul) dan taju duri (runcing).
4) Tulang ubun-ubun
Tulang ubun-ubun jumlahnya dua buah. Tulang ini membentuk bagian atap tengkorak.
5) Tulang baji
Tulang baji jumlahnya dua buah, yang letaknya di depan tulang pelipis.
6) Tulang tapis
Tulang tapis jumlahnya ada dua buah, yang bersama-sama tulang pisau luku membentuk sekat rongga hidung.

Kerangka Tubuh Manusia

Kerangka manusia tersusun atas 206 tulang-tulang yang saling berhubungan. Hubungan
tulang-tulang tersebut membentuk persendian (artikulasi).

Kerangka pada manusia mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting, antara lain sebagai berikut.
1. untuk menegakkan berdirinya badan;
2. sebagai pelindung bagian yang penting seperti otak, mata, jantung, usus, dan lain-lain;
3. memberi bentuk badan;
4. sebagai tempat melekatnya otot;
5. sebagai alat gerak pasif;
6. sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam
sumsum tulang.

Sistem Tulang Pada Manusia

Tulang rawan terbentuk dari kumpulan sel-sel tulang rawan (kondrosit). Kondrosit mengeluarkan bahan (matrik) berupa kondrin yang sifatnya lentur. Tulang rawan pada anakanak mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur dan elastis.

Tulang rawan pada orang dewasa hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu seperti pada hidung, daun telinga, di antara tulang rusuk, dan tulang dada, pada persendian dan
antarruas tulang belakang, yang tidak mengalami pengerasan. Ada tulang rawan yang semakin lama semakin keras, karena ruang-ruang antarsel terisi oleh zat kapur, seperti tulang ubun-ubun.

Pada saat masih bayi, tulang ubun-ubun masih berbetuk rawan dan makin lama makin
keras, proses penulangan ini disebut osifikasi. Pada masa pertumbuhan, tulang masih dapat bertambah panjang. Hal ini disebabkan adanya cakram epifise yang terletak pada ujung tulang. Bagian tersebut terdiri dari tulang rawan yang sel-selnya aktif mengalami pembelahan.

Tulang keras terdiri dari jaringan tulang yang tersusun atas sel-sel tulang yang disebut osteosit. Tulang keras banyak mengandung zat kapur, protein dan kolagen (zat perekat). Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat
Ca3(PO4)2.

Hal inilah yang menyebabkan tulang bersifat keras. Perbedaan tulang keras pada anak
dan orang dewasa adalah tulang keras pada orang dewasa kadar zat kapurnya lebih banyak sedangkan pada anak-anak mempunyai zat perekat (kolagen) lebih banyak. Oleh karena itu, tulang orang dewasa lebih keras, tetapi jika tulang tersebut patah membutuhkan waktu yang agak lama untuk sembuh, sedangkan pada anak-anak jika mengalami patah tulang lebih cepat sembuh dibanding pada orang dewasa.

Bagian luar dari tulang keras tertutup oleh selapis jaringan yang bernama periostium.
Periostium merupakan tempat melekatnya otot. Jika kita mengamati potongan melintang dari tulang keras akan tampak bentuk lingkaran-lingkaran yang berlapis-lapis mengelilingi suatu saluran, sehingga secara keseluruhan disebut sistem Havers.
Di dalam saluran havers terdapat pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada
sel-sel tulang keras.

Agar sel-sel tulang keras tetap sehat, dalam pertumbuhan sel-selnya sangat membutuhkan
vitamin D. Di dalam tubuh, vitamin D masih berbentuk provitamin D. Agar menjadi vitamin D dibutuhkan sinar ultraviolet dari sinar matahari. Berdasarkan susunan tulangnya, tulang keras dibagi menjadi dua yaitu:

a. Tulang spons
Tulang spons adalah tulang keras yang dalamnya berongga. Contoh: tulang pendek, dan
lain-lain.

b. Tulang kompak
Tulang kompak tersusun atas bahan yang rapat dan padat. Contoh: lapisan tulang pipa
bagian luar.