Showing posts with label Sistem Pencernaan. Show all posts
Showing posts with label Sistem Pencernaan. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Gangguan Sistem Pencernaan Pada Manusia

Gangguan dalam sistem pencernaan antara lain:

1. Ulkus, adalah peradangan lambung akibat produksi HCl lebih banyak sehingga merusak dinding lambung sendiri.
2. Parotis (gondong), adalah radang kelenjar parotis karena virus.
3. Apendiksitis, adalah peradangan umbai cacing oleh bakteri.
4. Sariawan/malabsorpsi, adalah gangguan yang disebabkan oleh beberapa penyakit yang
dapat menurunkan absorpsi makanan dalam usus walau makanan telah dicerna dengan baik.
5. Mega kolon, adalah gangguan pencernaan yang berasal dari konstipasi parah sehingga terjadi penumpukan feses akibatnya proses buang air besar hanya terjadi satu kali dalam seminggu.
6. Disfagia, adalah kerusakan lambung karena alkohol atau racun.
7. Kanker lambung, adalah lambung rusak, timbul benjol-benjolan sehingga tidak berfungsi untuk mencernakan makanan. Hal ini disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, merokok, dan makanan awetan atau virus.
8. Muntah, adalah keluarnya makanan dan cairan karena kontraksi diafragma akibat
keracunan pada perut besar melalui makanan.
9. Diare, adalah penyerapan air pada kolon atau usus besar terganggu sehingga kerja kolon dipercepat.
10. Konstipasi (sembelit), adalah sulit buang air karena penyerapan air di kolon terlalu banyak sehingga feses menjadi padat dan sukar keluar.
11. Peritonitis, adalah radang pada selaput perut.
12. Kolik, adalah rasa sakit berulang-ulang karena kontraksi otot sangat kuat.
13. Gastritis, adalah radang mukosa pada lambung karena infeksi pada selaput lendir atau
mukosa lambung oleh bakteri.

Sistem Pencernaan Pada Manusia

Makhluk hidup memerlukan makanan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia tidak dapat langsung diserap dan  diedarkan ke seluruh tubuh, tetapi harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu.

Proses pencernaan bertujuan untuk memperoleh sari-sari makanan yang siap diedarkan ke seluruh tubuh. Proses pengangkutan zat makanan ini dilakukan oleh darah. Pencernaan makanan pada manusia terjadi secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik artinya pengubahan makanan menjadi bagian-bagian yang kecil secara mekanik, misalnya dengan cara mengunyah di dalam mulut, sehingga makanan menjadi halus dan tidak terjadi perubahan zat.

Pencernaan kimiawi adalah proses pengubahan makanan dengan bantuan enzim pencernaan. Dalam hal ini terjadi perubahan zat makanan sehingga terjadi zat baru. Sistem pencernaan terdiri atas alat-alat pencernaan dan enzim pencernaan.

Alat-alat pencernaan pada manusia
Makanan yang kita makan tidak dapat langsung dimanfaatkan oleh tubuh. Makanan tersebut diubah menjadi sari-sari makanan melalui proses pencernaan.

Sari-sari makanan tersebut diserap oleh tubuh dan diedarkan ke seluruh tubuh.
Alat pencernaan makanan pada manusia, yaitu rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar.

Dari rongga mulut, makanan masuk ke lambung melalui kerongkongan. Dari lambung,
makanan diangkut ke usus halus. Di usus inilah terjadi proses penyerapan. Sisa makanan yang telah diserap akan dibawa ke usus besar, dan akhirnya dibuang
dalam bentuk kotoran atau feses.

a. Rongga mulut (vacum oris)
Di dalam rongga mulut terdapat gigi, ludah, dan lidah. Gigi mulai tumbuh pada saat bayi berusia kurang lebih 5 bulan. Pertumbuhan gigi dimulai dari gigi seri, kemudian diikuti gigi lainnya.

Gigi tumbuh lengkap sampai anak mencapai usia kira-kira 6 tahun. Gigi pada anak-anak dengan gigi tetap. Jenis gigi ini berjumlah 20 buah yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi
taring, dan 8 gigi geraham dengan susunan sebagai berikut.

Secara umum gigi manusia ada tiga macam, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.
Gigi seri berfungsi untuk memotong dan menggigit, gigi taring untuk merobek-robek makanan, dan gigi geraham berperan dalam mengunyah makanan. Untuk memahami bagian-bagian dari gigi perhatikan gambar penampang gigi berikut ini.

Gigi melekat pada gusi karena adanya semen yang merupakan perekat gigi pada gusi. Kekurangan vitamin C mengakibatkan gusi rapuh dan mudah berdarah. Kebiasaan buruk seperti merokok akan mempercepat kerusakan gigi karena timbulnya plak dan
karang gigi.

Memakan makanan yang terlalu masam, terlalu manis, terlalu panas, dan terlalu dingin dapat mempercepat proses kerusakan gigi. Perubahan suhu yang mendadak akan memudahkan gigi retak.

Makanan dan minuman yang sesuai untuk kesehatan gigi memiliki suhu sekitar 20oC
sampai 40oC. Tindakan pencegahan terhadap kerusakan gigi akibat adanya
bakteri maupun kuman yang ada di sela-sela sebaiknya dilakukan dengan cara
menggosok gigi setelah makan. Kuman sangat menyukai sisa-sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi. Sisa-sisa zat gula saat mengisap kembang gula menyebabkan suburnya kehidupan kuman pada gigi yang akhirnya dapat menghancurkan gigi.

Gigi yang berlubang disebabkan oleh bakteri yang bertempat tinggal pada sela-sela gigi
dan menguraikannya menjadi asam yang akhirnya menembus email dan menimbulkan lubang pada gigi. Email merupakan lapisan yang menyelubungi gigi dan tampak dari luar. Email pada umumnya berwarna putih, tetapi ada juga yang berwarna kuning gading.

Pada zaman dahulu orang terbiasa menggosok gigi dengan ramuan tertentu sehingga lapisan emailnya berwarna hitam.

Bagian gigi yang tampak dari luar dan terlapisi oleh email dinamakan mahkota gigi,
sedangkan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang dan tidak tampak dari luar dinamakan akar gigi. Di antara puncak gigi atau mahkota gigi dengan akar gigi terdapat leher gigi. Bagian akar gigi menancap pada rahang dengan bantuan semen.
Di dalam rongga gigi terdapat pembuluh darah dan serabut saraf. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan sari makanan ke dalam sel-sel tulang gigi untuk menjaga pertumbuhan gigi.

Geraham belakang disebut juga geraham bungsu, karena tumbuhnya paling akhir, yaitu
sekitar 18 tahun ke atas. Oleh karena itu, umumnya siswa SMP jumlah giginya belum mencapai 32 karena geraham bungsunya belum tumbuh.

Dalam rongga mulut terdapat air liur atau ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah yang
terletak di bawah lidah disebut kelenjar sublingualis. Pada air liur atau ludah terlarut air,
garam, lendir, dan enzim ptialin. Enzim ptialin mampu mengubah zat tepung pada makanan menjadi maltosa. Keluarnya air liur diatur oleh saraf yang dirangsang oleh bau makanan yang mengundang selera. Namun, tidak menutup kemungkinan bau yang tidak sedap pun akan merangsang keluarnya air liur. Oleh karena itu, jika kita mencium bau yang busuk, secara spontan kita ingin membuang ludah. Keberadaan air liur di mulut menjadikan makanan lebih mudah ditelan.

Lidah dalam rongga mulut berfungsi untuk membantu melancarkan proses pencernaan. Hal ini karena lidah membantu mengatur letak makanan dan membantu menelannya. Selain itu, di permukaan lidah terdapat ujung-ujung saraf pengecap yang berguna untuk merasakan makanan, yakni rasa asin, manis, masam, dan pahit.

b. Kerongkongan (Esofagus)
Makanan yang sudah sampai di mulut, kemudian ditelan dan masuk ke kerongkongan
melalui persimpangan yang disebut laringo faring. Kerongkongan akan menggelembung jika berisi makanan dan akan memipih jika mengalami kekosongan. Kerongkongan terdiri dari otot polos yang dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga mendorong makanan masuk ke lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut gerak peristaltik.

Laringo faring terletak di belakang tenggorokan. Pada saat menelan makanan, bagian
faring menutup saluran udara, sehingga makanan masuk menuju kerongkongan. Apabila kita makan sambil berbicara, saat menelan bersamaan dengan menghirup udara sehingga faring menutup secara tidak sempurna. Sehingga peristiwa tersedak dapat terjadi karena sebelum makanan masuk ke paru-paru telah terdorong oleh udara keluar hidung.

Mengapa tidak keluar kembali ke mulut? Hal ini terjadi karena saluran udara tersebut berhubungan dengan rongga hidung sehingga makanan atau air yang masuk ke saluran udara akan didesak menuju ke rongga hidung. Oleh karena itu, pada saat makan jangan sambil berbicara atau sambil berlari, sebab menimbulkan yang membahayakan keselamatan kita.

c. Lambung (Ventrikulus)
Lambung sering disebut perut besar atau kantong nasi, ada pula yang menyebut maag.
Lambung berbentuk seperti kantong dan terletak di rongga perut sebelah kiri. Makanan
dari kerongkongan masuk ke dalam lambung dan mengalami proses secara kimiawi dengan pertolongan enzim-enzim yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar enzim atau kelenjar getah lambung.

Enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar lambung adalah:
1) HCl atau asam klorida, berfungsi membunuh mikroorganisme atau kumankuman
yang ikut masuk bersama makanan. Selain itu, enzim HCl juga berfungsi untuk
mengaktifkan pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
2) Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton dan protease.
3) Renin berfungsi mengendapkan kasein (kasein yaitu protein yang terdapat pada air susu) atau mengendapkan keju dari air susu.

Setelah makanan mengalami proses pencernaan di lambung, makanan menjadi lumat
seperti bubur. Selanjutnya, makanan ini sedikit demi sedikit keluar melalui pintu lambung yang disebut pilorus (bagian akhir dari lambung).

d. Usus halus (intestinum tenue)
Panjang usus halus kurang lebih 8,25 meter. Usus ini dibagi menjadi tiga bagian yang saling berhubungan yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerap (ileum).

Usus dua belas jari (duodenum) merupakan bagian usus halus yang berhubungan langsung dengan lambung. Pada usus dua belas jari terdapat muara dua kelenjar, yaitu kelenjar empedu yang menghasilkan cairan empedu, dan kelenjar pankreas yang menghasilkan tiga macam enzim, yaitu:

1) Amilase, berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula (glukosa).
2) Tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
3) Lipase, berfungsi menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.

Makanan dalam usus halus dapat bergerak turun karena adanya gerak peristaltik yang
dilakukan oleh dinding-dinding usus. Makanan yang telah lumat akan mengalami proses
penyerapan pada bagian usus penyerapan (ileum), di sini terjadi penyerapan sari makanan, secara absorbsi masuk ke pembuluh darah.

Dinding usus penyerap berlipat-lipat untuk memperluas bidang penyerapan. Lipatan
tersebut berbentuk jonjot-jonjot usus (vili-vili usus). Di dalam jonjot-jonjot usus terdapat
pembuluh darah dan pembuluh kil atau pembuluh getah bening. Pembuluh darah
bertugas menyerap sari makanan dalam bentuk asam lemak dan gliserol (hasil dari pencernaan) untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Pembuluh kil yang terdapat pada jonjot-jonjot usus akhirnya bergabung dengan pembuluh limfe lainnya yang bermuara pada pembuluh darah di bawah tulang selangka.

Proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam dinding usus dapat berlangsung secara difusi dan osmosis serta dipengaruhi oleh kegiatan sel-sel hidup.

e. Usus besar (kolon)
Usus besar atau usus tebal dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: usus besar naik (colon ascendens), usus besar mendatar (colon tranversus), dan usus besar turun (colon descendens).

Pada permukaan usus besar naik, di bagian bawah terdapat tonjolan yang disebut umbai cacing (apendiks).

Apabila terisi oleh biji-bijian yang kecil, maka biji-biji ini akan membusuk karena tidak dapat dicerna oleh usus besar, sehingga mengakibatkan usus buntu (apendiksitis). Dalam usus besar, makanan tinggal ampas dan air. Air tersebut kemudian diserap oleh dinding usus besar sehingga sisa makanan yang berupa ampas menjadi padat. Pada usus besar terjadi proses pencernaan biologis yaitu sisa-sisa makanan yang dibusukkan oleh bakteri sehingga sisa-sisa makanan berbentuk tinja.

Bakteri yang terdapat dalam usus besar juga berfungsi menghasilkan vitamin K yang
sangat diperlukan dalam proses pembekuan darah. Vitamin K ditampung pada usus besar
turun bagian bawah yang agak membesar (rektum) dan akhirnya dikeluarkan melalui anus.

Anus dikendalikan oleh dua otot melingkar, yaitu otot polos yang terletak di sisi dalam dan otot lurik yang terletak di sisi luar.

Fungsi Makanan Bagi Manusia

Makanan yang setiap hari kita makan harus mengandung zat-zat yang dibutuhkan
oleh tubuh. Makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh tersebut
dinamakan makanan bergizi.

Biasanya orang berpendapat bahwa makanan yang bergizi adalah makanan yang mahal harganya, misalnya ikan, telur, susu, keju, dan lain-lain.

Padahal makanan yang bergizi dapat berupa tahu, tempe, atau sayur-sayuran yang
harganya lebih murah. Oleh karena itu, dalam menyusun menu makanan kita harus pandaipandai memilih makanan yang bergizi.

Selain bergizi, makanan yang kita makan setiap hari harus lengkap dan seimbang. Makanan yang lengkap artinya makanan yang mengandung semua bahan yang diperlukan tubuh, seimbang artinya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Setiap orang membutuhkan makanan seimbang yang berbeda-beda menurut berat
badan, jenis kelamin, kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan, dan umur seseorang.

Makanan yang kita makan jangan terlalu banyak, juga jangan terlalu sedikit. Jika makanan yang kita makan terlalu banyak maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti obesitas (kegemukan), penyakit jantung, kolesterol, ginjal, asam urat, sesak napas, dan lain-lain.

Kebutuhan makanan pada bayi
Bayi sangat membutuhkan makanan yang bergizi, karena bayi membutuhkan proses
pertumbuhan yang cepat, dibanding dengan orang dewasa, organ-organ tubuh bayi belum
sempurna fungsinya.

Makanan untuk bayi harus mudah dicerna karena makanan yang sesuai dengan kondisi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh bayi, dan mengandung zat antibodi untuk mengantisipasi penyakit, ASI juga bersifat
steril, dan mempunyai suhu yang sesuai dengan suhu bayi.

Ada seorang ibu dengan berbagai alasan terpaksa tidak dapat menyusui anaknya sendiri,
dan memutuskan untuk menggantinya dengan susu formula. Meskipun gizinya sama, tetapi hubungan sang anak dengan sang ibu tidak seperti ibu yang menyusui sendiri anaknya, sebab dengan menyusui dapat terjalin hubungan kasih sayang yang lebih erat antara ibu dan anak.

Selain itu, susu formula tidak mengandung zat antibodi, sehingga sang bayi mungkin mudah tertular penyakit tertentu.

Kandungan Zat Makanan Yang Dibutuhkan Manusia

Jenis dan jumlah makanan yang dimakan masing-masing orang dalam suatu daerah yang
sama dapat berbeda, apalagi dengan daerah lain, atau dengan negara lain. Selera makan
dengan jenis makanan dan olahan makanan di suatu daerah juga menyebabkan kebiasaan
makan yang berbeda-beda. Tetapi yang penting adalah semua makanan yang masuk ke dalam tubuh harus dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Makanan kita terdiri dari tiga kelompok utama yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Selain itu, tubuh kita juga membutuhkan sejumlah kecil vitamin dan mineral.

Zat-zat yang terkandung di dalam makanan

a. Protein
Protein tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang ditambah sulfur dan fosfat. Protein banyak terdapat pada tumbuhan, seperti pada biji-bijian terutama pada kacang-kacangan dan gandum, juga terdapat pada hewan seperti daging, telur, ikan, susu, ayam, dan lain-lain. Protein dari tumbuhan disebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan disebut protein hewani. Fungsi protein antara lain:

1) sebagai penghasil kalori setelah karbohidrat dan lemak,
2) membangun jaringan baru,
3) mengganti sel-sel yang rusak,
4) menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.

Jika karbohidrat dan lemak sudah tidak ada maka protein akan diubah menjadi energi.
Tiap-tiap 1 gram protein jika dibakar akan menghasilkan 4,1 kilokalori. Protein sangat
dibutuhkan bagi anak-anak yang sedang tumbuh, ibu hamil, dan orang yang baru sembuh dari penyakit (untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat penyakit). Bagi orang yang sudah tidak mengalami pertumbuhan, kebutuhan protein lebih sedikit. Jika protein yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebih, sisanya tidak dapat disimpan dalam tubuh, sehingga harus dikeluarkan dari tubuh setelah dirombak terlebih dahulu.

b. Lemak
Lemak juga merupakan sumber energi setelah karbohidrat. Lemak juga tersusun atas
unsur C, H, dan O tetapi energi yang ditimbulkan lebih banyak dibandingkan dengan
karbohidrat. Lemak dapat menghasilkan 9,3 kilokalori setiap pembakaran 1 gram lemak.
Pada umumnya diperlukan 0,5 - 1 gram untuk setiap kilogram berat badan. Coba, berapa
gram zat lemak yang dibutuhkan tubuhmu setiap hari?

Makanan yang mengandung lemak ada yang berasal dari tumbuhan dan ada pula yang
berasal dari hewan. Lemak yang berasal dari tumbuhan disebut lemak nabati, contohnya:
kacang-kacangan, minyak kelapa, avokad, margarin, dan sebagainya. Lemak yang berasal
dari hewan disebut lemak hewani, contohnya susu, lemak daging, mentega, keju, telur, minyak ikan, dan sebagainya. Adapun fungsi lemak antara lain:

1) sebagai sumber energi setelah karbohidrat,
2) sebagai pelarut vitamin A, D, E, K
3) melindungi organ-organ tubuh yang penting (seperti: mata, jantung, ginjal, usus, dan lain-lain),
4) melindungi tubuh terhadap suhu yang rendah.

Makanan yang berlemak sangat dibutuhkan bagi anak-anak pada masa pertumbuhan, tetapi bagi orang yang sudah dewasa dan sudah tua jika terlalu banyak makanan yang
berlemak akan mengganggu kesehatannya. Lemak mengandung kolesterol yang penting dalam membentuk membran sel dan hormon tetapi jika kelebihan zat lemak, maka
kolesterol akan mengendap di dalam dinding pembuluh darah, sehingga menjadi sempit dan menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Kelebihan lemak juga dapat ditimbun di bawah kulit sehingga menyebabkan kegemukan.

c. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen
(H), dan oksigen (O2). Makanan yang mengandung karbohidrat antara lain tepung dan gula.

Zat tepung terdapat pada nasi, sagu, ketela pohon, roti, kentang, ubi, dan lain-lain, sedangkan gula terdapat pada buah-buahan, sayur, dan susu. Karbohidrat dapat menghasilkan energi.

Tiap 1 gram karbohidrat jika dibakar menghasilkan energi 4 - 4,1 kilokalori. Energi yang
dihasilkan digunakan untuk aktivitas tubuh sehari-hari. Energi yang dibutuhkan tiap-tiap orang jumlahnya berbeda-beda hal ini tergantung pada macam kegiatan, jenis kelamin, usia, dan berat badan. Perhatikan beberapa contoh berikut.

Orang yang bekerja keras dengan banyak mengeluarkan keringat membutuhkan energi
lebih banyak dibandingkan orang yang bekerja di kantor yang tidak banyak mengeluarkan keringat. Anak muda lebih banyak membutuhkan energi dibandingkan dengan orang tua, sebab anak muda umumnya lebih banyak melakukan kegiatan fisik dibanding orang tua; laki-laki pada umumnya lebih banyak membutuhkan energi daripada perempuan, sebab laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas yang membutuhkan fisik dibanding perempuan.

Berat badan pun sangat memengaruhi kebutuhan energi, karena orang yang lebih berat
jumlah sel-selnya lebih banyak dibanding yang lebih ringan. Sel merupakan makhluk hidup terkecil yang membutuhkan energi. Untuk aktivitas sel tersebut, misalnya untuk penebalan sel dan untuk kegiatan di dalam sel. Oleh karena itu, orang yang lebih berat lebih banyak membutuhkan energi dibanding dengan yang lebih ringan.

Jika karbohidrat yang dimakan ada kelebihan, maka karbohidrat di dalam tubuh akan
disimpan di dalam hati, darah, dan otot menjadi glikogen hati, glikogen otot, dan glikogen (gula darah). Karbohidrat dalam tubuh juga dapat diubah menjadi lemak.

d. Vitamin
Vitamin merupakan senyawa kimia yang berada pada makanan dan berperan penting
untuk kesehatan dan pertumbuhan. Vitamin tidak seperti karbohidrat, lemak, dan protein
sebab vitamin tidak dapat menghasilkan energi. Meskipun demikian, vitamin sangat dibutuhkan untuk mengatur metabolisme dalam tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit setiap hari harus masuk bersama-sama makanan. Berdasarkan daya larutnya vitamin dibedakan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air.

1) Vitamin yang larut dalam air
a) Vitamin B1
Vitamin B1 disebut juga anti beri-beri. Sumber vitamin B1 terdapat pada hati, jantung,
ginjal, otak, susu, kuning telur, kulit ari padi, gandum, wortel. Fungsi vitamin B1 adalah
untuk metabolisme karbohidrat dan memengaruhi kadar air dalam tubuh. Jika kekurangan
vitamin B1 menyebabkan penyakit beri-beri.

b) Vitamin B2
Sumber vitamin ini terdapat pada telur, hati, kacang-kacangan, tomat, dan buah-buahan.
Jika kekurangan vitamin B2 menyebabkan mata kabur (katarak), luka pada sudut mulut,
dan bibir kemerahan sampai mengelupas (keilosis).

c) Vitamin B6
Sumber vitamin ini terdapat pada telur, hati, ikan, daging, dan sayuran. Vitamin B6 sangat penting dalam pertumbuhan. Jika kekurangan vitamin B6 akan menyebabkan
gejala pelagra, anemia, dan sukar buang air besar.

d) Vitamin C
Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan yang masak dan sayur-sayuran. Kebutuhan vitamin C berbeda-beda tergantung umur dan kebutuhan. Fungsi vitamin C adalah mengaktifkan enzim perombak protein dan lemak, untuk oksidasi dan dehidrasi sel, memengaruhi kerja anak ginjal, dan untuk membentuk protrombin. Kekurangan
vitamin C dapat menyebabkan pendarahan dalam kapiler darah, pendarahan dalam sumsum tulang, dan kerusakan tulang. Gejala-gejala yang timbul karena kekurangan vitamin C adalah terjadi pendarahan gusi, pendarahan di bawah kulit, dan
mudah sakit perut.

2) Vitamin yang larut dalam lemak
a) Vitamin A
Vitamin A banyak terdapat pada minyak ikan, mentega, susu, hati, dan lain-lain. Pada
makanan misalnya wortel, sayuran, dan buah-buahan. Fungsi vitamin A adalah sebagai
penunjang pertumbuhan dan anti infeksi. Jika kekurangan vitamin A akan menyebabkan
mudah terkena infeksi, lapisan epitelium mudah rusak, rabun senja, dan mata buta
(xeroftalmia).

b) Vitamin D
Vitamin D banyak terdapat pada susu, daging, sayuran, minyak ikan, telur, mentega,
pisang dan lain-lain. Semua itu dalam bentuk provitamin D sehingga dengan bantuan
sinar matahari dalam tubuh dapat diubah menjadi vitamin D.Vitamin D berperan dalam
proses pembentukan tulang dan gigi. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat
menyebabkan penyakit rakhitis.

c) Vitamin E
Vitamin E banyak terdapat pada kuning telur, susu, lemak daging, ginjal, dan kecambah
kacang hijau. Fungsi vitamin E adalah menjaga struktur sel-sel darah merah, menjaga
keremajaan sel, mencegah pendarahan pada ibu hamil, dan mencegah keguguran.

d) Vitamin K
Vitamin K disebut juga vitamin antipendarahan (antihermoragia) sebab vitamin K
diperlukan untuk membentuk protrombin dalam hati. Protrombin adalah faktor yang
penting dalam proses pembekuan darah sumber vitamin K antara lain terdapat pada kangkung, kubis, bayam, hati, daging, wortel, minyak kedelai, dan tomat. Vitamin K
juga dapat dibuat oleh bakteri Escherichia coli di dalam usus besar. Kekurangan vitamin
K dapat menyebabkan darah sukar membeku.

e. Mineral
Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh, agar fungsi organ tubuh tetap normal. Mineral
berfungsi sebagai penyusun tubuh, mempercepat reaksi, dan menjaga proses fisiologi tubuh.

Mineral banyak terdapat pada daging, sayuran, buah-buahan, susu, keju, dan lain-lain. Contoh-contoh mineral antara lain: Besi (Fe), Kalsium (Ca), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (I), Magnesium (Mg), Fosfor (P), dan Sulfur (S).

1) Besi (Fe)
Berguna untuk membentuk hemoglobin, berperan dalam respirasi sel, berperan dalam
pengikatan oksigen oleh darah. Jika kekurangan zat besi (Fe) akan menyebabkan penyakit anemia, zat besi (Fe) banyak terdapat pada sayuran yang berwarna hijau, hati, daging, dan telur.

2) Kalsium (Ca)
Kalsium banyak terdapat pada susu, keju, kuning telur, mentega, udang, buah-buahan,
sayur-sayuran seperti kubis, kacang-kacangan, bawang, dan lain-lain. Kalsium penggunaannya diatur oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar anak ginjal yaitu hormon parathormon.

Fungsi kalsium antara lain membantu proses pembentukan darah, membantu proses
penggumpalan darah, membentuk matriks tulang dan gigi, bersama-sama fosfor, membantu menghantarkan rangsang saraf, dan membantu kontraksi otot.

Penggunaan kalsium bagi setiap orang berbeda-beda terutama bagi anak-anak, ibu hamil
dan menyusui membutuhkan lebih banyak dibanding orang dewasa biasa. Laki-laki dan
perempuan dewasa kurang lebih membutuhkan 0,8 kalsium gram per hari. Jika kekurangan kalsium akan menimbulkan gangguan-gangguan seperti pertumbuhan tulang tidak normal (tulang menjadi lunak) disebut rakhitis, sering terjadi kejang pada otot (kram), darah sukar membeku, gigi keropos dan berwarna hitam dan lain-lain.

3) Yodium (I)
Yodium sangat penting guna menyusun hormon tiroksin yang dikeluarkan oleh kelenjar
gondok. Fungsi hormon tiroksin untuk mengatur metabolisme dalam tubuh. Bahan makanan yang mengandung yodium antara lain minyak ikan, ikan laut, garam beryodium, sayur-sayuran yang berwarna hijau. Kekurangan yodium pada bayi dapat menyebabkan pertumbuhannya terlambat dan kelenjar gondoknya membesar.

4) Magnesium (Mg)
Fungsi magnesium dalam tubuh antara lain sebagai bahan yang penting dalam pembentukan tulang, otot, dan sel darah merah; sebagai katalisator (mempercepat reaksi) dalam tubuh; dan membantu dalam pernapasan sel. Bahan makanan yang mengandung magnesium contohnya, daging, susu, dan jenis padi-padian. Jika kekurangan magnesium dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah jantung, kerusakan ginjal, dan tidak dapat mengendalikan emosi.

5) Fosfor (P)
Bahan makanan yang mengandung fosfor misalnya ikan, jagung, dan kacang-kacangan.
Fungsi dari fosfor antara lain untuk proses metabolisme, membentuk matriks tulang, berperan dalam kontraksi otot, bahan pembentuk fosfatial, dan berperan dalam pewarisan sifat keturunan. Jika kekurangan fosfor dapat mengakibatkan proses metabolisme terganggu, pertumbuhan tulang terganggu (rakhitis), kerusakan gigi, timbul kejang-kejang pada otot, dan darah sukar membeku.

6) Sulfur (S)
Bahan makanan yang mengandung sulfur antara lain telur, susu, daging, keju, dan sayuran. Fungsi sulfur adalah sebagai penyusun vitamin (tiamin, biotin, dan lain-lain), mengaktifkan enzim tertentu serta membantu menyimpan dan membebaskan tenaga. Jika kekurangan sulfur dapat mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu, kekurangan salah satu vitamin, dan tubuh kurang bertenaga.

7) Kalium (K)
Bahan makanan yang banyak mengandung kalium misalnya buah-buahan dan sayuran.
Kegunaan kalium antara lain menjaga agar denyut jantung normal, mengatur pengeluaran
insulin dari pankreas, membantu meneruskan rangsang saraf, dan membantu kontraksi otot.

Jika kekurangan kalium dapat mengakibatkan denyut jantung tidak normal dan otot tidak
bertenaga.

8) Natrium (Na)
Sumber natrium adalah garam dapur yang berasal dari laut. Garam dapur merupakan
persenyawaan antara natrium dan klorida menjadi NaCl. Kegunaan natrium antara lain untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, membantu agar sel-sel otot dan sel-sel saraf tetap peka, menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh. Jika
kekurangan natrium pengaturan suhu tubuh akan terganggu, mudah lelah, dan mudah kejang otot.