Showing posts with label Sistem Darah. Show all posts
Showing posts with label Sistem Darah. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Kelainan dan Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Beberapa kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah, antara lain:
a. Hemofilia adalah penyakit keturunan di mana darah sukar membeku (luka sekecil apa
pun darah tetap mengalir keluar).

b. Anemia adalah penyakit kekurangan darah yang disebabkan oleh:

1) Kadar hemoglobin rendah, atau kekurangan zat besi.
2) Kekurangan sel darah merah (penyakit malaria, cacing tambang).
3) Eritroblastosis foetalis (penyakit kuning pada bayi), karena sel darah merah rusak
oleh aglutinin ibunya sendiri
4) Leukemia/kanker darah, adalah penyakit yang disebabkan oleh penambahan darah
putih yang tidak dapat dicegah, sehingga memakan sel darah merah.
5) Jantung koroner adalah penyakit yang terjadi karena tersumbatnya nadi koronaria
yang memberi makan pada jantung, sehingga kerja jantung berhenti.
6) Sklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi karena adanya endapan zat lemak yang
disebut arterosklerosis, atau karena adanya zat kapur disebut arteriosklerosis.
7) Varises adalah pelebaran pembuluh vena umumnya di betis.
8) Ambeien/hemoroid adalah pelebaran pembuluh vena pada anus.
9) Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi.

Upaya mengatasi gangguan pada sistem peredaran darah
Beberapa upaya mengatasi gangguan pada sistem peredaran darah antara lain:
a. Agar kadar hemoglobin tetap normal sebaiknya banyak makan sayuran yang mengandung zat besi.

b. Hindari makanan yang terlalu banyak lemak dan zat kapur, hal ini untuk  mengantisipasi terjadinya sklerosis.

c. Jangan merokok, hal ini untuk mengantisipasi penyumbatan nadi koronaria (jantung
koroner), kanker, paru-paru, hipertensi, impotensi.

d. Olahraga yang teratur, agar memperlancar peredaran darah.

e. Istirahat yang teratur, penggunaan energi sesuai kebutuhan, untuk mengantisipasi tekanan darah agar tidak menurun.

f. Makan makanan yang bergizi secara teratur.

Getah Bening dan Peredarannya

Getah bening adalah suatu cairan jernih kekuning-kuningan yang berisi sel-sel darah
putih, keping-keping darah, dan fibrinogen.

Getah bening ini berasal dari seluruh jaringan tubuh yang terisap oleh kapiler darah. Peredaran limfa atau sistem limfatik disebut peredaran terbuka, sebab ujung-ujung pembuluh tidak saling menyambung sebelum masuk ke vena.

Cairan limfa harus bersih dari penyakit dan zat-zat lain. Oleh karena itu tempat-tempat tertentu pada pembuluh terdapat bagian yang membesar disebut kelenjar limfa (kelenjar getah bening). Di tempat inilah diproduksi sel darah putih dan zat antibodi. Kelenjar getah bening terdapat pada lipat paha, ketiak, leher.

Alat Alat Peredaran Darah

Alat peredaran darah pada manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Pembuluh
darah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

1. Jantung (Cor)
Jantung terletak di dalam rongga dada agak di sebelah kiri, besarnya lebih kurang segenggam tangan. Jantung sudah bekerja sejak janin dalam kandungan. Jantung selalu
berdenyut sepanjang kita hidup tanpa mengenal lelah. Jantung manusia dibagi menjadi empat ruangan yaitu serambi kiri (atrium sinester), serambi kanan (atrium dexter), bilik kiri (ventrikal sinester), dan bilik kanan (ventrikal dexter).

Jantung tersusun dari otot jantung, di antara serambi dan bilik terdapat sekat yang mempunyai katup, katup sebelah kanan disebut valvula bikuspidalis (klep 2 daun). Klep-klep tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah yang masuk ke bilik tidak kembali ke serambi. Antara serambi kiri dan serambi kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan juga terdapat sekat.

Jantung dilindungi oleh selaput jantung yang disebut perikardium. Bilik kiri mempunyai
dinding paling tebal dibandingkan dinding-dinding ruangan yang lain. Mengapa? Sebab bilik kiri dipakai untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

a. Cara kerja jantung
Jantung dapat mengembang dan menguncup. Hal ini terjadi karena adanya otot-otot
jantung yang mengendor dan berkontraksi (berkerut). Gerakan jantung ini dinamakan denyut jantung. Denyut jantung yang terjadi pada saat kita beristirahat adalah sekitar 75 kali setiap menit sedangkan pada saat kita melakukan kegiatan denyut jantung dapat mencapai kira-kira 140 kali setiap menit. Adapun proses timbulnya denyut jantung adalah sebagai berikut.

1) Apabila serambi dan bilik mengembang, maka darah dari tubuh bagian atas, bagian
bawah, dan dari paru-paru akan mengalir ke serambi. Peredaran darah dari tubuh atas
menuju ke serambi kanan terjadi melalui pembuluh balik besar atas, sedangkan darah
dari tubuh bagian bawah menuju ke serambi kanan melalui pembuluh balik besar bawah
(banyak mengandung CO2).

Darah dari paru-paru kanan dan kiri menuju ke serambi kiri melalui pembuluh nadi paru-paru (banyak mengandung O2).

2) Serambi menguncup atau berkontraksi sehingga klep antara serambi dan bilik membuka. Darah dari serambi kiri masuk ke bilik kiri dan darah dari serambi kanan masuk ke bilik kanan.

3) Bilik menguncup (berkontraksi) sehingga klep antara serambi dan bilik menutup kembali.

Darah dari bilik kanan dipompa menuju ke paru-paru untuk dibersihkan dan darah dari
bilik kiri dipompa menuju ke seluruh tubuh melalui aorta.

Denyut jatung dapat dirasakan dengan cara meraba pembuluh nadi (arteri) yang terdapat
pada pergelangan tangan kita karena denyut nadi ini sama dengan denyut jantung.

b. Tekanan darah
Tekanan darah adalah kemampuan jantung untuk menampung dan memompa darah ke seluruh tubuh. Jika serambi mengembang, maka jantung mengisap darah dari pembuluh balik (vena cava superior dan vena cava interior) masuk ke dalam serambi kanan dan dari vena pulmonalis masuk ke jantung bagian serambi kiri, kemudian serambi menguncup sehingga darah dari serambi kanan masuk ke bilik kanan, dan darah dari serambi kiri masuk ke bilik kiri sehingga otot bilik mengendor maksimum dan mengembang maksimum, peristiwa ini disebut diastole.

Selanjutnya, jantung beristirahat + 0,1 detik, setelah itu mulailah otot bilik jantung berkontraksi sehingga darah di pompa keluar jantung dari bilik kiri keluar ke seluruh
tubuh dan dari bilik kanan keluar jantung menuju ke paru pembuluh nadi, maka nadi ikut berdenyut sehingga tekanan darah dapat diukur dengan alat yang disebut tensimeter. Tekanan darah orang dewasa normal sistole 120 mmHg dan diastole 80 mmHg.

2. Pembuluh darah
a. Pembuluh nadi (arteri)
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh yang meninggalkan jantung. Darah yang
dipompa dari jantung akan menuju ke dalam batang nadi yang disebut aorta. Aorta memiliki dinding yang kuat dan bercabang-cabang membentuk pembuluh nadi. Selain dindingnya kuat aorta juga bersifat elastis atau kenyal sehingga dapat menahan tekanan dari jantung.

Pembuluh nadi ikut berdenyut menurut irama denyut jantung. Letak pembuluh nadi agak
ke dalam atau ke tengah, hanya pada bagian-bagian tertentu yang letaknya agak ke tepi.
Misalnya pada pergelangan tangan, pelipis, dan leher. Di tempat-tempat tersebut denyut nadi dapat dirasakan. Aliran darah dalam pembuluh nadi ini sangat cepat, karena berasal dari jantung. Katup pada pembuluh nadi hanya satu, yaitu terletak pada pangkal dan berbatasan dengan bilik kiri jantung, katup tersebut dinamakan valvula semilunaris.

b. Pembuluh balik (vena)
Pembuluh vena adalah pembuluh darah yang membawa darah ke jantung, darah mengalir
mulai dari jaringan tubuh menuju pembuluh vena yang halus (venulat), kemudian menuju ke vena yang lebih besar dan akhirnya masuk ke jantung. Vena yang paling besar disebut vena kava, letaknya dekat dengan jantung. Pembuluh vena yang besar ada dua yaitu:

1) Vena yang mengalirkan darah dari tubuh bagian atas menuju jantung, vena ini disebut
vena kava superior.

2) Vena yang mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah menuju jantung, vena ini disebut vena kava interior.

Vena terletak agak di bagian tepi, karena mengalirkan darah dari jaringan-jaringan tubuh
yang membawa darah kotor, sehingga darahnya berwarna kebiru-biruan.

Aliran darah ini sangat pelan karena tidak mempunyai tekanan yang besar seperti pada
pembuluh nadi yang berasal dari jantung. Agar aliran darah yang pelan dalam pembuluh vena ini tidak berbalik lagi, maka dalam pembuluh-pembuluh vena dilengkapi dengan banyak katup. Aliran darah dalam vena juga dipengaruhi adanya kontraksi otot yang terdapat di sekitar pembuluh balik. Aliran darah pada vena tersebut dapat berpengaruh terhadap tubuh kita. Misalnya, jika kita terlalu banyak berdiri, maka dalam pembuluh vena kaki akan terkumpul banyak darah, sehingga ada beberapa pembuluh darah yang tidak kuat menahannya, akhirnya membengkak dan mengakibatkan penyakit yang disebut varises.

Penyakit varises ini juga sering diderita oleh ibu yang sedang mengandung. Darah pada pembuluh vena seolah-olah ditekan dari atas dan menyebabkan pembuluh vena pada kaki akan mengembang.

Demikian juga orang yang banyak duduk, juga menyebabkan pembuluh darah balik pada dubur akan mengembang sehingga menimbulkan penyakit ambeien/wasir.

Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler merupakan percabangan dari pembuluh nadi. Pembuluh ini sangat halus dan letaknya tersebar di seluruh tubuh sampai pada jaringan-jaringan tubuh.

Pembuluh kapiler pada jaringan-jaringan tubuh ini memberikan sari makanan dan gas O2 serta mengambil zat-zat sampah dari jaringan.

Konsep Transfusi Darah

Apa yang disebut transfusi darah? Transfusi darah adalah mengambil darah dari seseorang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh orang lain. Orang yang diambil darahnya atau pemberi darah disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah atau penerima darah disebut resipien.

Pada saat tranfusi darah, aglutinogen pada donor dan aglutinin pada resipien harus diperhatikan. Aglutinogen adalah suatu zat yang digumpalkan, sedangkan aglutinin adalah suatu zat yang menggumpalkan. Misalnya, golongan darah A (A,b) diberikan pada golongan darah B (B,a).

Jika diperhatikan aglutinogen pada donor adalah A, sedangkan aglutinin pada resipien adalah a. Jika aglutinogen A bertemu dengan aglutinin a, maka akan menggumpal.

Demikian juga jika terjadi pertemuan antara aglutinogen B dengan aglutinin b, akan terjadi penggumpalan (+). Jadi, golongan darah A tidak dapat diberikan kepada golongan
darah B, atau sebaliknya.

Contoh lainnya adalah jika golongan darah O diberikan pada golongan darah AB, ternyata tidak terjadi gumpalan. Jika diperhatikan pada donor tidak mempunyai aglutinogen baik A maupun B walaupun resipien mempunyai aglutinin a dan b, sehingga darah tidak menggumpal.

Oleh karena itu, golongan darah O dapat diberikan kepada golongan darah apa saja sedangkan golongan darah AB tidak dapat diberikan pada golongan darah lain. Kesimpulannya, golongan darah O bersifat donor universal (pemberi darah umum), dan golongan darah AB disebut resipien universal (penerima darah umum).

Di dalam perkembangan dunia kedokteran yang semakin maju, teori yang ada pada
daftar tersebut semakin lama semakin hilang dan tidak dipakai lagi. Teori yang berlaku sekarang adalah transfusi darah harus dilakukan terhadap golongan darah yang sama.

Golongan darah yang sama pun harus diuji di luar tubuh apakah terjadi penggumpalan atau tidak. Caranya adalah butir-butir darah dari donor diberi plasma dari resipien dan butir-butir darah dari resipien diberi plasma dari donor.

Untuk mendapatkan butir-butir darah dan plasma darah, dilakukan pemusingan
(sentrifugal) agar butir-butir darah mengendap dan plasma darah berada di atas. Walaupun donor dan resipien golongannya sama kadang-kadang setelah diadakan uji silang darahnya membeku, berarti ada zat-zat tertentu yang tidak cocok, maka untuk mengantisipasi hal-hal tersebut walaupun golongan darahnya sama tetap diadakan uji silang (cross matching).

Fungsi darah
Berdasarkan uraian di atas maka fungsi darah adalah sebagai berikut.
a. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan dari jantung ke seluruh jaringan
tubuh.

b. Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jantung dan dari jantung ke seluruh jaringan tubuh.

c. Mengangkut hormon dari kelenjar-kelenjar buntu ke seluruh tubuh.

d. Mengedarkan air ke seluruh tubuh.

e. Mengangkut zat-zat sisa (CO2, air, urea) keluar tubuh melalui alat-alat pengeluaran seperti paru-paru, ginjal, dan kulit.

f. Menjaga agar suhu tubuh tetap, dengan cara memindahkan panas dari alat-alat tubuh
yang aktif ke bagian yang kurang aktif.

g. Mengatur keseimbangan asam dan basa untuk menghindari kerusakan pada jaringan-jaringan.

h. Menutup luka dengan cara pembekuan darah.

Golongan Darah Manusia

Sebelum dunia kedokteran mengalami kemajuan seperti sekarang ini, jika seseorang
menderita kekurangan darah akibat kecelakaan atau sakit, kemudian memerlukan penambahan darah (tranfusi), maka dapat dengan cepat ditambahkan darah yang ada.

Dengan penambahan darah ini, ternyata orang tersebut tidak dapat bertahan hidup lebih lama. Setelah beberapa bulan, orang tersebut meninggal. Kemudian timbul pertanyaan, apakah darah yang diberikan kepada penderita tersebut tidak cocok?

Pada tahun 1900, seorang dokter dari Wina (Austria) bernama Dr. Karl Landsteiner
mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap darah manusia dengan melakukan
percobaan-percobaan. Dari percobaan-percobaan tersebut, akhirnya beliau menemukan
perbedaan-perbedaan yang terdapat pada darah. Berdasarkan perbedaan tersebut, Landstainer menggolongkan darah menjadi empat macam yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Pembagian golongan darah dilakukan berdasarkan ada tidaknya antigen dan antibodi
yang terkandung dalam darah manusia.

a. Golongan darah A, berarti di dalam sel-sel darahnya mengandung aglutinogen A dan
dalam plasma darahnya mengandung aglutinin b, rumus (A,b)

b. Golongan darah B, berarti di dalam sel-sel darahnya mengandung aglutinogen B dan
dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a, rumus (B,a)

c. Golongan darah AB, berarti dalam sel-sel darah mengandung aglutinogenA dan B, di
dalam plasma darahnya tidak mengandung aglutinin a dan b, rumus (AB, --)

d. Golongan darah O, berarti di dalam sel-sel darahnya tidak mengandung aglutinogen
baik A maupun B. Di dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a dan b, rumus
(--, ab).

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Pernahkah kamu melakukan transfusi darah? Transfusi darah adalah mengambil darah
dari seseorang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh orang lain yang kekurangan darah.
Mengapa sebelum dilakukan transfusi darah dilakukan pengecekan dahulu golongan darahnya?

Tubuh manusia tersusun dari banyak sel. Sel merupakan makhluk hidup terkecil, yang
membutuhkan makanan, bernapas, dan zat-zat lain, agar sel-sel tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Dari mana sel mendapat makanan? Sel mendapatkan makanan dari darah yang membawa makanan melalui pembuluh darah yang ada tersebar di seluruh tubuh. Bagaimana darah dapat sampai ke sel-sel tubuh?

Darah merupakan jaringan tubuh dalam bentuk cairan berwarna merah. Warna darah manusia yaitu antara warna merah cemerlang hingga merah kebiruan. Pada umumnya, tubuh manusia dewasa berisi empat sampai lima liter darah.

Darah merupakan zat yang paling berharga bagi kelangsungan hidup seseorang karena mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai alat pengangkutan, pertahanan tubuh, dan pengatur suhu badan agar senantiasa tetap normal.

Sebagai alat pengangkutan di dalam tubuh kita, darah bertugas mengangkut oksigen,
sari-sari makanan, hormon, dan zat-zat yang terlarut di dalamnya. Selain itu, darah juga
mengangkut zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh yang sudah tidak diperlukan lagi misalnya, urea, gas CO2, dan sisa proses oksidasi biologis. Karbondioksida (CO2) diangkut oleh darah dari sel-sel tubuh untuk dibuang melalui saluran pernapasan.

Darah juga merupakan alat pertahanan tubuh terhadap serangan kuman penyakit. Secara
alamiah sel darah putih yang merupakan bagian dari darah memiliki sifat fagosit, yaitu memangsa benda asing dan kuman-kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, proses pembekuan darah yang terjadi pada saat terjadi luka, merupakan
kegiatan darah untuk mencegahnya dari infeksi kuman. Dengan adanya pembekuan darah, luka dapat tertutup secara alamiah dan menghalangi terjadinya infeksi melalui luka tersebut.

Darah memiliki kemampuan untuk membentuk zat antibodi atau zat yang melawan kuman yang dapat menimbulkan kekebalan terhadap kuman penyakit. Misalnya, anak yang sembuh dari penyakit cacar, akan kebal terhadap serangan cacar berikutnya. Hal ini dapat terjadi karena di dalam tubuh telah terbentuk zat antibodi terhadap kuman cacar tersebut pada saat terkena penyakit cacar.

Darah juga berfungsi mengedarkan panas ke seluruh tubuh. Hal ini dapat kita rasakan
pada saat udara dingin. Jika udara dingin badan kita menggigil, hal ini akibat adanya kontraksi otot dengan tujuan untuk menghasilkan panas. Jika udara panas, darah akan menuju ke kulit untuk mengeluarkan panas dari tubuh dalam bentuk keringat, dengan keluarnya keringat maka suhu tubuh kembali normal.

Darah manusia terdiri dari dua bagian, yaitu sel-sel darah dan plasma darah. Sel darah
merupakan bagian yang padat, sedangkan plasma darah merupakan bagian yang cair.

Bagian-bagian darah
a. Sel-sel darah
Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan
keping-keping darah (trombosit). Setiap jenis sel darah tersebut mempunyai perbedaan sifat, bentuk, dan fungsi, namun ketiganya menyatu dalam bagian darah. Keadaan sel-sel darah memengaruhi kesehatan seseorang. Beberapa penyakit dapat didiagnosis oleh adanya perubahan dalam jumlah, bentuk, dan ukuran dari bermacam-macam sel darah.

1) Sel darah merah
Pada saat manusia masih berbentuk janin sebagian besar sel-sel darah dibentuk di limfa (kura). Setelah dewasa pembentukan sel-sel darah merah terjadi di sumsum merah
tulang pipih.

Di dalam tubuh, sel darah merah dapat hidup dan berfungsi dengan baik selama lebih kurang 120 hari (tiga bulan). Setelah itu sel darah merah akan rusak atau mati dan dibawa ke hati untuk dirombak menjadi zat warna empedu (bilirubin). Sedangkan zat besi hasil perombakan hemoglobin digunakan lagi untuk membentuk sel darah merah yang baru.

Pada awal terbentuknya, sel darah merah memiliki inti. Namun, inti sel tersebut hilang
setelah sel darah merah matang. Sel darah merah yang matang memiliki susunan kerangka yang disebut stroma yang terdiri atas protein dan zat-zat lemak. Sel-sel darah merah ini membentuk jaring-jaring yang memanjang ke dalam sel sehingga memberi bentuk sel dan kekenyalannya. Sel darah merah bentuknya bulat pipih atau bikonkaf yang artinya cekung di bagian tengah dan tidak mempunyai inti.

Setiap 1 mm3 darah terdapat kira-kira 5 juta sel darah merah. Sel darah merah mengandung zat yang disebut hemoglobin atau Hb. Hemoglobin adalah protein yang mengandung senyawa besi, yaitu hemin. Hemoglobin mempunyai daya ikat terhadap O2 sehingga berwarna merah dan terhadap CO2 sehingga darah berwarna kebirubiruan.

Darah yang berwarna merah jernih berarti mengandung O2, sedangkan jika berwarna merah kebiruan mengandung CO2. Hemoglobin berada di dalam sel darah merah, maka sel darah merah berwarna merah pula. Oleh karena itu, apabila kita kekurangan darah, wajah kita akan tampak pucat. Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan darah disebut anemia.

Dalam peredarannya, setelah sel-sel darah merah sampai di paru-paru (gelembung paru-paru) akan mengikat gas oksigen (O2) dan melepaskan gas karbon dioksida (CO2) bersama uap air ke dalam gelembung-gelembung paru-paru. Jadi, pada dinding gelembung paru-paru yang mempunyai kapiler-kapiler darah ini terjadi pertukaran gas. Sel-sel darah yang mengikat gas O2 akan berwarna merah jernih atau disebut darah bersih.

Darah bersih (banyak mengandung O2) dari paru-paru dikirim ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Setelah sampai pada jaringan tubuh, sel-sel darah melepaskan gas oksigen dan menangkap gas karbon dioksida serta air yang dikeluarkan oleh sel-sel jaringan hasil metabolisme. Sel-sel darah yang mengikat gas karbon dioksida dan air ini menyebabkan darah menjadi kotor (darah kotor) dan berwarna merah kebiruan.

Darah kotor adalah darah yang mengandung sedikit oksigen dan kaya karbon dioksida.
Oleh karena itu darah yang kaya karbon dioksida tersebut melepaskannya ke dalam paru-paru, tepatnya pada alveolus untuk diganti dengan oksigen dari udara luar yang masuk melalui saluran pernapasan dan gas karbon dioksida bersama-sama air dihembuskan keluar dari paru-paru keluar tubuh melalui hidung. Orang-orang yang hidupnya di daerah pegunungan atau dataran tinggi mempunyai jumlah sel darah merah yang lebih banyak daripada orang yang tinggal di dataran rendah.

Hal ini disebabkan di dataran tinggi atau di pegunungan kadar oksigennya lebih sedikit, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi sel-sel darah merah, agar kemampuan untuk mengikat oksigen yang kadarnya sedikit tersebut dapat lebih besar. Hal ini merupakan adaptasi dari tubuh terhadap lingkungan sekitarnya.

2) Sel darah putih (leukosit)
Sel darah putih jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan sel darah merah tetapi sel darah putih memiliki ukuran yang lebih besar, bentuknya tidak teratur, mempunyai inti, dan dapat bergerak aktif secara amoeboid (seperti Amoeba). Jumlah sel darah putih tiap 1 mm3 kira-kira 8.000 sampai 9.000 sel.

Sel darah putih dibuat di sumsum tulang merah, limpa, kelenjar-kelenjar limfa, dan sistem jaringan retikulo endotik. Sel darah putih dapat berumur sekitar 12 - 13 hari.

Berdasarkan kondisi inti dan granula (butiran) di dalam sitoplasma, sel darah putih dapat dibedakan menjadi:
a. Eosinofil, mempunyai granula berwarna merah.
b. Basofil, mempunyai granula biru
c. Netrofil, mempunyai inti yang bentuknya seperti batang, bengkok, dan bercabang-cabang.
d. Monosit, mempunyai inti bulat atau bulat panjang.
e. Limfosit, mempunyai ukuran paling kecil (sedikit lebih besar dari sel darah merah)

Sifat sel darah putih adalah fagosit, artinya pemakan mangsa. Jumlah sel darah putih
dapat mencapai 20.000 tiap 1 mm3. Hal ini dapat terjadi karena infeksi cacing atau radang paru-paru.

Di samping itu, sel darah putih dapat berkurang menjadi 3.000 per mm3, misalnya karena
terserang penyakit tifus. Jika jumlah sel darah putih melebihi normal disebut leukositosis,
tetapi jika kurang dari normal disebut leukopeni. Pada penderita kanker darah (leukemia),
produksi sel darah putih tidak terkendali sehingga jumlah sel darah putih melebihi normal
(leukositosis). Dengan adanya sifat fagosit dari sel darah putih akan menyebabkan tubuh
kekurangan sel darah merah. Jika kondisi tubuh mengalami leukositosis terus-menerus, maka dapat terjadi kematian karena kehabisan sel darah merah.

Jika terjadi luka dan bakteri berada di tempat tersebut, maka sel darah putih yang berada
di dalam pembuluh darah akan menembus dinding pembuluh kemudian bergerak menuju
mangsanya. Kemampuan sel darah putih menembus dinding pembuluh-pembuluh darah disebut diapedesis.

Apabila sel darah putih mati karena tugasnya, maka akan timbul nanah. Jadi, nanah
merupakan campuran dari sel darah putih yang mati, bakteri, dan sel-sel lain yang rusak.

Jenis sel darah putih ada yang mampu menghasilkan zat antibodi (zat penolak) sehingga penting peranannya dalam membunuh bakteri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

3) Trombosit (keping-keping darah)
Trombosit atau keping darah mempunyai bentuk cakram kecil bulat atau oval. Ukurannya lebih kecil dari ukuran sel darah merah dan tidak berinti. Trombosit dibuat di dalam sumsum tulang yang disebut megakariosit.

Trombosit orang dewasa berjumlah lebih kurang 200.000 sampai 500.000 untuk setiap mm3 darah.

Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Apabila tubuh terluka, darah akan
keluar, bersamaan dengan itu trombosit ikut keluar dan menyentuh dinding bekas luka yang kasar. Trombosit pecah dan keluarlah enzim tromboplastin atau trombokinase.

Enzim ini kemudian bercampur dengan plasma darah yang mengandung protrombin. Protrombin yang terkena enzim trombokinase akan berubah menjadi trombin. Trombin yang aktif ini bersama-sama ion kalsium yang ada dalam plasma akan mengubah fibrinogen dalam plasma menjadi benang-benang fibrin yang dapat mencegah keluarnya darah, darah membeku dan luka tertutup.

b. Plasma darah
Plasma darah adalah bagian darah yang berbentuk cairan berwarna jernih kekuning-kuningan atau darah yang telah dihilangkan sel-sel darahnya. Plasma darah terdiri dari 90% air dan 10% zat-zat yang terlarut.

Zat-zat yang terlarut dalam plasma darah yaitu sari-sari makanan, zat-zat sisa oksidasi, enzim, hormon, protein, dan garam-garam mineral. Protein dalam plasma darah terdiri atas fibrinogen, globulin, dan albumin.

Molekul-molekul protein ini cukup besar sehingga tidak dapat menembus dinding kapiler. Albumin berperan dalam mengatur tekanan darah, sedangkan fibrinogen diperlukan dalam proses pembekuan darah.

Garam-garam kalsium juga bermanfaat untuk mempercepat proses pembekuan darah.
Sel-sel darah dan protein-protein darah dalam larutan darah dapat diendapkan dengan
menggunakan alat pemusing atau sentrifuse, sehingga didapatkan cairan sisa di lapisan atasnya yang berwarna jernih dan mengandung zat antibodi (zat pelawan kuman). Serum sebagai antibodi dapat dibedakan atas: presipitin, yang dapat menggumpalkan antigen: lisin, yang dapat menguraikan protein asing; dan antitoksin, yang dapat menawarkan racun.