Showing posts with label Pertumbuhan dan Perkembangan. Show all posts
Showing posts with label Pertumbuhan dan Perkembangan. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Masa Setelah Lahir Pada Manusia

Bayi di dalam kandungan belum bernapas, tapi masih tetap hidup mengapa begitu? Di
dalam kandungan bayi sudah diberi oksigen oleh ibunya lewat pembuluh darah yang terdapat pada plasenta. Tetapi bayi setelah lahir harus bernapas untuk mengambil oskigen sendiri, sebab hubungan dengan darah ibu sudah terputus. Maka bayi yang lahir yang tidak segera bernapas akan meninggal.

Untuk itu saat bayi lahir, dokter atau bidan yang membantunya kadang-kadang merangsang pernapasan bayi dengan memegang kaki bayi lalu dibalik (kepala
posisi di bawah) atau dengan memukul halus pada tubuh bayi, agar bayi mulai bernapas pertama kali dan biasanya waktu itu bayi menangis. Setelah lahir, bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yaitu: menjadi masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua (manula).

Pertumbuhan pada manusia tidak berjalan terus-menerus, karena pertumbuhan diatur
oleh hormon pertumbuhan yang disebut para Thormun. Untuk itu biasanya pada anak lakilaki pertumbuhan berhenti pada umur + 22 sampai 25 tahun, pada perempuan berhenti pada umur + 18 - 20 tahun. Pertumbuhan cepat pada waktu berumur 12 - 18 tahun. Pertumbuhan pada manusia sangat dipengaruhi oleh gizi dan keturunan.

Masa Kanak-Kanak (Anak-anak)
Masa ini dimulai dari bayi setelah lahir sampai pada masa remaja. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat tergantung dari pemeliharaan ibu yang setiap saat harus
menyusui bayinya dengan ASI sampai + 1 tahun. Sangat disayangkan bila ibu tidak menyusui sendiri dengan ASI, bahkan ada yang disengaja tidak mau menyusui anaknya, tapi diganti dengan susu formula, ini bisa dilakukan bila terpaksa ibu tidak mengeluarkan air susu.

ASI yang diberikan ibu lebih bermanfaat dari susu formula. Mengapa? Sebab ASI mengandung antibodi dari ibu, sehingga sang bayi akan mendapatkan kekebalan langsung dari ibu. ASI juga akan menyebabkan jalinan kasih sayang
secara tidak langsung dari ibu terhadap bayinya.

Setelah berumur + 6 bulan mulailah gigi pertama tumbuh yang disebut gigi susu, yang nantinya setelah anak berumur + 6 tahun mulai tanggal satu persatu, dan diganti dengan gigi tetap. Anak setelah berumur + 10 tahun sudah mulai mengerti tugas yang diberikan.

Masa Remaja (Adolesens)
Masa ini merupakan masa yang sangat labil, mudah terpengaruh, dan serba ingin tahu, untuk itu membutuhkan pengawasan dari orang tua, sebab organ-organ tubuhnya mulai berfungsi, seperti organ kelaminnya mulai memproduksi sel-sel kelamin. Pada perempuan kelenjar susu mulai membesar, pinggul mulai
membesar, dan tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin. Begitu juga pada anak laki-laki, suara lebih besar, lebih tegap, dan tumbuhnya rambut di sekitar alat kelaminnya. Inilah yang disebut sifat kelamin sekunder.

Masa Dewasa
Pada masa ini secara biologis, alat reproduksi telah siap menghasilkan sel-sel kelamin dan matang. Biasanya pada masa dewasa pertumbuhannya mulai berhenti, diganti dengan pertumbuhan membesar, jadi tidak bertambah tinggi lagi. Masa-masa dewasa sudah mulai punya rasa tanggung jawab, sudah memikirkan masa depan, seperti berkeluarga.

Masa Manula
Pada masa ini baik fisik maupun cara berpikir sudah berkurang. Ditandai dengan  memutihnya rambut, pelupa, pendengaran mulai berkurang, mata mulai kabur, gigi mulai tanggal, kulit mulai keriput, aktivitas seks mulai menurun. Pada perempuan ditandai
berhentinya produksi ovum pada ovarium (indung telurnya) yang disebut dengan istilah mengalami menopause, berbeda dengan laki-laki walaupun sudah melemah testis masih bisa memproduksi sel kelamin.

Ciri-ciri tersebut di atas tidak mutlak, sebab semuanya tergantung dari cara merawat tubuhnya, gizi, dan aktivitasnya. Sehingga batas umur dewasa dapat lebih singkat atau lebih panjang, seperti pada wanita menopause bisa berumur 45, 50 bahkan umur 55 tahun. Sering kita dengar orang yang sudah tua mempunyai anak lagi.

Masa-masa remaja adalah kelanjutan dari masa anak-anak, pada masa ini terjadilah
perubahan fisik, tingkah laku yang sangat menonjol, pada masa ini anak mulai belajar
mengembangkan kemampuan, yang kadang-kadang dilakukan di luar kesadarannya, rasa
ingin tahu yang sangat besar, sehingga segala tindakannya kadang-kadang di luar batas tanpa berpikir akibatnya. Semua ini karena pengaruh-pengaruh seperti aktivitas hormon pituitari.

Perubahan fisik yang menyolok seperti pada perempuan payudara mulai membesar, pinggul mulai membesar, suara mulai halus, mengalami menstruasi, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin. Begitu juga pada laki-laki suara lebih besar, mengalami keluarnya sperma, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, pada masa ini anak mulai disebut masa pubertas. Masa pubertas pada laki-laki datangnya lebih terlambat dibanding perempuan.

Masa Pembuahan Sampai Lahir Pada Manusia

Pembuahan adalah proses meleburnya sel telur (ovum) dengan sperma yang kemudian menjadi zigot. Sel telur dibuat oleh indung telur pada wanita dan sperma dibuat oleh testis pada laki-laki. Zigot yang terjadi, ialah calon makhluk hidup yang berbentuk satu sel akan menempel (implantasi) pada dinding kandungan (uterus).

Di sini zigot mengalami pembelahan sel terus-menerus sehingga terbentuklah embrio.
Pada usia lebih kurang empat minggu (+ 1 bulan), embrio mempunyai panjang + tujuh milimeter.

Di sini organ jantung mulai terbentuk, tapi belum sempurna sedang organ yang lain belum terbentuk. Pada umur + 5 minggu panjang embrio + 12 milimeter. Embrio terus mengalami pembelahan sel-sel sehingga embrio yang mencapai usia 2 bulan sudah berukuran 4 sentimeter.

Di sini jantung sudah sempurna dan sudah mulai berfungsi. Tangan, kaki, mulai terbentuk berikut kerangkanya, walaupun masih berupa tulang rawan. Akhirnya kandungan berusia 3 bulan, embrio telah lengkap organ-organnya yang kemudian disebut fetus, yang mempunyai panjang + 8 sentimeter dan berat + 45 gram. Janin terus tumbuh, sehingga bertambah panjang, berat, dan besar. Setelah berusia 5 bulan, panjang janin + 20 sentimeter dan berat + 450 gram. Janin pada saat itu sudah mulai menunjukkan aktivitas gerakan. Janin terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan, dan setelah berusia + 9 bulan 10 hari atau berusia + 266 hari atau + 38 minggu, janin sudah siap untuk lahir.

Mengapa janin di dalam kandungan terus tumbuh?
Janin yang berada di dalam kandungan selalu mendapat makanan dan oksigen dari ibu
lewat pembuluh darah yang ada pada plasenta (ari-ari). Janin di dalam kandungan juga dibungkus oleh selaput yang di dalamnya berisi cairan yang licin yang disebut ketuban (amnion). Fungsinya untuk melindungi janin dari benturan dan goncangan. Cairan yang sering disebut ketuban ini juga membantu untuk memudahkan proses kelahiran nanti.

Sunday, February 17, 2013

Makanan (nutrisi) merupakan kebutuhan yang mutlak bagi makhluk hidup. Untuk
memenuhi kebutuhannya, makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda baik tumbuhan, hewan, dan manusia.

Tumbuhan mempunyai klorofil, sehingga dapat menyediakan makanannya sendiri. Klorofil yang terdapat pada daun mampu dipakai untuk membentuk makanan dalam proses fotosintesis.

Bahan yang dipakai dalam proses fotosintesis ialah air (H2O) dan gas karbondioksida (CO2). Dengan bantuan sinar matahari, proses fotosintesis bisa terjadi secara sederhana.

Manusia dan hewan tidak punya klorofil maka tidak bisa membuat makanan sendiri. Untuk itu, manusia dan hewan memanfaatkan tumbuhan untuk makanannya.

Lingkungan makhluk hidup yang berupa: air, suhu, cahaya, dan kelembapan sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

a. Air
Semua makhluk hidup membutuhkan air. Ingatkah kamu bahwa lebih kurang 80% dari
tubuh makhluk hidup terdiri atas air? Begitu pula pada tumbuhan, air sangat diperlukan terutama untuk pertumbuhan, transportasi, fotosintesis, dan pembentukan sel-sel baru.

b. Suhu
Setiap tumbuhan mempunyai suhu optimum, yaitu suhu yang sebaik-baiknya untuk
pertumbuhan. Tumbuhan tidak dapat melakukan pertumbuhan pada suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Selain suhu optimum, setiap jenis tumbuhan memiliki suhu maksimum dan suhu minimum yang berbeda-beda. Tumbuhan di daerah tropis mempunyai suhu minimun untuk pertumbuhan adalah 10oC sedangkan tumbuhan di daerah dingin mempunyai suhu minimum untuk pertumbuhan lebih kurang 5oC. Bahkan tumbuhan ganggang ada yang dapat hidup pada suhu 0oC, misalnya di daerah kutub atau di puncak gunung yang tinggi.

Sebaliknya, bakteri dan jenis ganggang tertentu ada yang dapat hidup pada sumber-sumber air panas dengan suhu minimum 30oC dan suhu maksimum di atas 70oC.

c. Cahaya
Cahaya matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman hijau untuk melakukan proses
fotosintesis. Akan tetapi, untuk pertumbuhan tanaman, cahaya bersifat menghambat.

d. Kelembapan
Pada umumnya tanah dan udara yang lembap berpengaruh pada pertumbuhan. Tanah
yang lembap sangat memudahkan tumbuhan untuk menyerap air. Udara yang lembap sangat menghambat penguapan, sehingga air yang masuk lebih banyak dibanding air yang diuapkan.

Dengan demikian sel-sel tumbuhan dapat membentang maksimum. Setiap makhluk hidup pasti membawa sifat keturunan dari induk atau nenek moyangnya. Sekarang coba amatilah apakah kamu memiliki sifat-sifat yang ada pada ayah atau ibumu? Mungkin jenis rambut, bentuk hidung, warna kulit, tinggi badan, bentuk bibir, dan lain-lain.

Mungkin juga sifat atau bakat dari orang tuamu. Pada tumbuhan juga memiliki sifat
yang diturunkan pada keturunannya, baik tumbuhan yang sejenis maupun yang
berlainan jenis. Pada tumbuhan yang menghasilkan biji, biji yang dihasilkan ada
yang besar dan ada pula yang kecil.

Pada saat ditanam, biji yang besar diharapkan dapat tumbuh lebih baik dari yang kecil. Pada tumbuhan yang berlainan jenis, misalnya tumbuhan padi dan tumbuhan kelapa. Pertumbuhan tumbuhan padi tidak seperti pada pertumbuhan tumbuhan kelapa yang tinggi.

Tumbuhan juga mempunyai zat tumbuh untuk mendukung pertumbuhan organ-organ
tubuhnya. Zat tumbuh tersebut antara lain:

a. Kalin
Kalin merupakan hormon pertumbuhan pada organ-organ tertentu, misalnya kaulakolin
merangsang pertumbuhan batang, rhizokalin merangsang pertumbuhan akar, Silokalin
merangsang pertumbuhan daun, anthokalin merangsang pertumbuhan bunga, asam traumalin merangsang penyembuhan luka pada tanaman dikotil.

b. Auksin
Zat tumbuh ini terletak di ujung batang. Auksin berfungsi melangsungkan perpanjangan sel, melangsungkan titik tumbuh, melangsungkan pembentukan buah dan pertumbuhan akar.

c. Giberelin
Giberelin berfungsi untuk merangsang aktivitas kambium. Giberelin depan menyebabkan
tanaman cepat berbunga dan menyebabkan tanaman tumbuh raksasa.

d. Sitokinin
Sitokinin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel, merangsang daerah pucuk tumbuh ke samping, merangsang pelebaran daun, dan menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.

Pengertian Metagenesis

Metagenesis adalah pergantian keturunan, yang biasanya terjadi pada tumbuhan yang
berspora, di mana generasi yang berreproduksi secara seksual diganti dengan generasi yang berreproduksi secara aseuksual.

Tumbuhan yang mengalami metagenesis yang dapat diamati dengan jelas ialah pada
tumbuhan lumut dan paku. Lumut dan paku sama-sama memiliki generasi seksual yang disebut generasi gametofit dan generasi aseksual yang disebut generasi sporofit pada tumbuhan lumut.

Lumut yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi seksual (generatif) yang disebut gametofir, sedang generasi sporofitnya kecil, yang masih menumpang pada generasi gametofitnya.

Sebaliknya tumbuhan paku, yang sering kita lihat adalah generasi sporofitnya, sedang generasi gametofitnya yaitu protalium yang kecil.

Pergiliran keturunan pada tumbuhan paku dapat dibuat skema seperti berikut ini.

Semua makhluk hidup mempunyai ciri-ciri tumbuh dan berkembang. Tumbuh ialah
bertambahnya ukuran tubuhnya, baik panjang/tinggi maupun beratnya. Makhluk hidup yang mengalami pertumbuhan ukuran tubuhnya tidak bisa kembali ke ukuran semula.

Jadi, pertumbuhan bersifat irreversible. Perkembangan makhluk hidup merupakan proses menuju kedewasaan atau kematangan seluruh organ tubuh.

Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk baik struktur maupun fungsi organorgan
tubuh makhluk hidup. Metamorfosis biasanya terjadi pada hewan. Seperti pada serangga
dan katak. Cobalah kamu amati telur kupu-kupu yang menempel pada daun? Jika telur kupu-kupu tersebut menetas akan menjadi larva, larva memakan daun-daun dan akhirnya tumbuh menjadi besar.

Pada saat-saat selanjutnya larva tersebut akan mulai membuat dinding yang melindungi tubuhnya dan berubah menjadi kepompong atau pupa. Setelah selesai mengalami proses perkembangan, individu akan keluar dari kepompong dan telah berubah menjadi kupu-kupu dengan sayap yang indah warnanya. Secara singkat perkembangan telur menjadi dewasa pada kupu-kupu dapat dibuat skema sebagai berikut.

Metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi tiga macam:

a. Ametabola
Ametabola adalah golongan serangga yang tidak mengalami metamorfosis, misalnya
kutu buku. Setelah telur menetas, serangga menjadi hewan kecil kemudian berkembang menjadi dewasa yang tidak mengalami perubahan bentuk hanya terjadi perubahan ukuran.

b. Hemimetabola
Hemimetabola adalah kelompok serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, misalnya belalang, laron, dan capung. Serangga ini hanya mengalami tiga tahap perkembangan yaitu telur, larva (nimpa), dan imago, jadi tidak melalui pupa (kepompong).

c. Holometabola
Holometabola adalah kelompok serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, misalnya kupukupu, lalat, dan nyamuk. Serangga ini mengalami empat tahap perkembangan yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan imago.

Selain pada serangga hewan bertulang belakang ada yang mengalami metamorfosis misalnya katak.

Katak mengalami metamorfosis dalam siklus hidupnya. Perhatikan Gambar di samping. Telur-telur yang berada di dalam air dan terbungkus oleh cairan lendir, berkembang menjadi larva. Larva katak memiliki suatu alat isap untuk menempel pada rumput air, insang luar, dan suatu gigi parut untuk memarut lapisan bawah daun rumput air. Insang luar kemudian berangsur-angsur hilang lalu muncul insang dalam. Akhirnya, kaki
depannya pun tumbuh sedangkan ekornya secara berangsur-angsur menyusut dan menghilang, terbentuklah katak dewasa.

Katak dewasa sudah tidak berekor lagi dan makannya juga mengalami perubahan.
Katak dewasa merupakan  pemangsa (pemakan hewani), juga alat pernapasannya berubah dari insang menjadi paru-paru.
Pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup harus berjalan sejajar dan seimbang. Jika pertumbuhan berjalan cepat dan tidak diikuti dengan perkembangannya, maka dapat menimbulkan ketidakseimbangan atau ketidakharmonisan dari fungsi organ-organ tubuh.

Misalnya tumbuhan yang tumbuh terlindung oleh tanaman lain, maka tumbuhan tersebut akan menunjukkan pertumbuhan yang cepat, yang melebihi pertumbuhan normal.

Peristiwa tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan perkembangannya.

Peristiwa tersebut juga bisa terjadi pada manusia, misalnya terjadi pertumbuhan fisik
yang cepat yang tidak diikuti perkembangannya, sehingga bentuk fisik seperti orang dewasa tapi cara berpikir, bertingkah laku dan bersikap, seperti anak kecil.

Berdasarkan contoh di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa antara pertumbuhan
dan perkembangan dapat dibedakan berdasarkan perubahan ukuran yang terjadi pada makhluk hidup. Pertumbuhan adalah suatu peristiwa perubahan ukuran yang bersifat irreversibel, yang berarti tidak bisa berubah kembali ke bentuk asalnya. Hal ini disebabkan adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk selama proses  pertumbuhan berlangsung.

Perubahan ukuran pada pertumbuhan adalah perubahan ukuran yang terjadi, baik volume, masa, tinggi, dan lainlain.

Makhluk hidup terjadi dari pertemuan sel kelamin jantan (sperma) dengan telur (ovum),
berkembang menjadi janin, bayi, dan akhirnya menjadi dewasa. Embrio pada tumbuhan nanti akan menjadi biji yang berkecambah dan menjadi tumbuhan dewasa, berbunga dan berbuah.

Hal tersebut selain pertumbuhan seiring dengan itu terjadi perkembangan yaitu menuju
ke arah kedewasaan. Jadi perkembangan dapat diartikan ”sebagai proses menuju ke arah
kedewasaan” atau tingkat kesempurnaan. Hanya perkembangan tidak dapat diukur seperti
pada pertumbuhan maka tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif, melainkan dinyatakan
secara kualitatif.
Jadi, pertumbuhan dan perkembangan selalu seiring sejalan yang tidak bisa dipisahkan.

Friday, February 15, 2013

Perkembangan Manusia Masa Tua dan Manula

Penuaan mulai terjadi pada pertengahan atau akhir usia 20-an dan menjadi nyata pada
usia 40-an. Pada masa tua ini mulai mengalami penurunan berbagai fungsi tubuh secara
nyata.

Misalnya :
1) Kemampuan lensa mata untuk berubah dan memfokus menurun secara teratur sejak
masa bayi hingga usia 50 tahun.

2) Tulang-tulang mengalami perubahan kelenturan. Tulang menjadi rapuh, kekuatan
untuk tumbuh dan bersambung lagi setelah patah makin berkurang secara lambat.

3) Penyembuhan luka lebih lambat. Pada usia 50 tahun penyembuhan luka memerlukan waktu 2 kali lipat dibanding pada usia 20 tahun.

4) Hilangnya jaringan elastis kulit disebabkan oleh lemak yang tersimpan di dalamnya terbuang sehingga kulit menjadi lebih tipis.

5) Lipatan dan kerutan mulai bermunculan.

6) Rambut berubah menjadi putih dan rontok.

7) Kuku cenderung membesar dan menjadi buruk karena tingkat pertumbuhan yang lambat.

8) Pada wanita terjadi monopause, yaitu berhenti haid/datang bulan (umur 38-50 tahun).

9) Terjadi penumpukan kalsium di jantung dan pembuluh darah, hilangnya jaringan elastis, tekanan darah tinggi, tekanan jantung, pecahnya pembuluh darah, pembekuan darah, kegagalan peredaran darah semuanya ini merupakan tanda-tanda umum ketuaan.

10) Kelebihan berat badan pada usia lanjut menimbulkan gangguan tekanan peredaran darah, kantung empedu, hernia dan diabetes. Kasus diabetes pada orang dewasa 80% lebih disebabkan oleh kelebihan berat badan.

Perkembangan Manusia Masa Dewasa

Masa dewasa laki-laki dan perempuan tidak bersamaan. Perempuan lebih cepat dewasa dari pada laki-laki. Secara fisik ditandai dengan pertumbuhan badan yang sudah maksimum.

Puncak kekuatan otot terjadi pada pertengahan dan akhir umur 20 tahun. Mulai datang kematangan cara berpikir dan emosional.

Berbagai prestasi fisik maupun psikis dapat terjadi pada masa ini. Status sosial dan kepribadian mulai menjadi patokan utama dalam setiap usahanya, misalnya pekerjaan tetap, posisi dalam pekerjaan, fasilitas pribadi, dan lain-lain.

Pada masa ini ditandai dengan perubahan cinta monyet menjadi cinta sejati yang berakhir pada jenjang pernikahan untuk memiliki keturunan secara baik dan bertanggung jawab.